NU dan Muhammadiyah, Bumi dan Matahari untuk Indonesia
NU Online · Selasa, 6 Maret 2012 | 05:28 WIB
Jakarta, NU Online
Semangat nasionalisme berkobar di sanubari para kader dua ormas Islam terbesar Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Suasana ini terlihat dari ekspresi kebangsaan yang mereka tampilkan selama mengikuti Pelatihan untuk Pelatih (ToT) Sosialisasi Empat Pilar di Lingkungan Pengurus Organisasi Keagamaan yang digelar MPR RI di Jakarta, 2-6 Maret 2012.
Selain mengumandangkan jargon-jargon dan lagu kebangsaan, di antara peserta bahkan menciptakan secara khusus sebuah puisi yang menggambarkan hubungan erat NU, Muhammadiyah dan Keindonesiaan. Puisi yang ditulis spontan menjelang acara penutupan ToT itu berjudul Bumi dan Matahariku untuk Indonesia.
<>
Menurut pengarang yang juga aktifis Muhammadiyah Aisyah Ulfa, bumi tak lain merupakan metafora untuk NU, sementara Matahari metafora untuk Muhamadiyah. Puisi ini termasuk simbolisasi sastra yang menggambarkan kesatuan NU dan Muhamadiyah menghadapi segenap persoalan rumah bersama mereka yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di awal puisi digambarkan bahwa matahari dan bumi merupakan peristiwa yang saling mendukung. Bumi tempat berpijak dan matahari adalah sumber kehangatannya, sebuah uraian implisit tentang relasi antara NU dan Muhammadiyah yang saling melengkapi.
“Hari ini kami bersatu/ NU dan Muhammadiyah/ Jiwa kami satu/ Cinta kami satu/ Karena Indonesia. Aku Mendengar/ Gemuruh Bangsaku/ Tangis Negeriku/ Kerena/ Indonesiaku mulai terkikis/ Sebentar lagi habis,” teriak Aisyah saat membacakan dua bait penutup yang lalu disambut tepuk tangan meriah dari seratus peserta ToT, Senin (5/3).
Selama ToT berlangsung, perwakilan NU dan Muhamadiyah mampu bersosialisasi dengan kompak dan akrab. Suasana ini tampak misalnya dalam diskusi, cengkrama, atau saling tukar pikiran. “Di sini kami bersama-sama membahas Indonesia. Kami merasa satu, termasuk saat serempak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Padamu Negeri,” kata Weny salah satu peserta aktif acara ini.
Redaktur: Mukafi Niam
Penulis : Mahbib Khoiron
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Sampaikan Terima Kasih dan Minta Maaf
3
Dijual Setan Muktamar
4
Gus Yusuf Maju sebagai Caketum PBNU, Klaim Tak Langgar AD-ART NU
5
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
6
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
Terkini
Lihat Semua