Warta WISUDA STAINU

Nur Syam: Sarjana Jangan Lupa Tradisi

NU Online  ·  Rabu, 25 Januari 2012 | 13:20 WIB

Jakarta, NU Online
“Para sarjana diharapkan jadi agen-agen pengembang Nahdlatul Ulama, dimana pun mengamalkan Islam ahlus sunah wal-jamaah yang rahmatan lil ‘alamin. Jangan mentang-mentang jadi sarjana, kemudian lupa tahlilan, yasinan, atau istighosah.”

Pernyataan tersebut ditegaskan Prof Dr Nur Syam di hadapan 142 wisudawan/wati Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarata di aula Langen Palikrama Pegadaian, Jakarata Pusat, Rabu, (25/1) siang.
<>
Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama itu menambahkan, para sarjana Nahdlatul Ulama harus memilki wawasan kebangsaan dan nasionalisme yang kuat. Hal itu dikarenakan para pendiri Nahdalatul Ulama sepakat dalam satu suara, Pancasila sudah final sebagai dasar negara.

“Dari dulu sampai sekarang, dari zaman KH Hasyim Asy’ari sampai KH Sahal Mahfudh, ulama NU sepakat bahwa Pancasila, NKRI, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, itu final,” tambahnya. 

Nur Syam juga menjelaskan, sekarang DPR RI berusaha menyatukan pengelolaan pendidikan agama dan umum di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pihaknya akan terus mempertahankan supaya Departemen Agama tetap memilki kewenagan dalam menangani pendidikan.

“Upaya DPR ini, akana mengecilkan peran Departemen Agama dalam pendidikan, khususnya pendidikan agama,” pungkasnya.

Wisuda kedua STAINU itu dihadiri Sekretaris Jendral PBNU H Marsyudi Syuhud, H. Slamet Effendi Yusuf, dan Menteri PDT Faisal Zaini.


Redaktur: Mukafi Niam
Penulis   : Abdullah Alawi

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang