PBNU Deadline GP Ansor Benahi Organisasi hingga 2008
NU Online · Jumat, 30 Maret 2007 | 05:59 WIB
Bogor, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan batas waktu (deadline) hingga tahun 2008 kepada Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk segera membenahi dan menata sistem organisasinya. Pembenahan itu sangat penting agar organisasi sayap pemuda NU itu mampu menyesuaikan dengan tantangan zaman.
“Jangan samapi pengkaderan ini berhenti hanya di lokakarya saja, tapi harus pada implementasinya di pengurus cabang,” imbau Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi pada pembukaan Lokakarya Pengkaderan bagi warga GP Ansor, di Wisma Industri dan Perdagangan, Cisarua, Bogor, (29/3) kemarin.
<>Dalam kesempatan itu, hadir pula sejumlah petinggi Pimpinan Pusat GP Ansor lainnya, A Malik Haramain (Sekretaris Jenderal), Maskut Chandranegara, Mukhtar Hadyu, Badrun Alaena (Wakil Sekretaris Jenderal), Qohari Qolil (Bendahara) dan lain-lain.
Menurut Hasyim, pembenahan dan penataan sistem organisasi itu tak hanya berlaku bagi GP Ansor saja, melainkan untuk semua organisasi, lembaga dan lajnah yang berada di bawah naungan PBNU. Bahkan, menurutnya, PBNU juga akan melakukan hal yang sama, yakni menggelar pelatihan untuk Syuriah guna mengkader hingga pengurus cabang.
Di saat yang sama, Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Ansor A Malik Haramain menjelaskan, pengkaderan itu dilakukan untuk menambah peran dan posisi GP Ansor secara nasional. Bahkan, melalui lokakarya itu diharapkan ada peningkatkan militansi dan kepekaan terhadap masalah-masalah sosial di masyarakat, apalagi saat ini banyak bencana alam melanda Indonesia.
Malik menambahkan, kegiatan yang diikuti 75 peserta perwakilan 33 Pengurus Wilayah GP Ansor se-Indonesia itu juga dimaksudkan sebagai wujud konsolidasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mengantisipasi tantangan masa depan. (gpa/rif)
Terpopuler
1
P2G Soroti PHK Massal Guru akibat Pemangkasan Transfer Daerah untuk MBG
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
Siswa SD Meninggal Dunia Usai Tiru Tren Freestyle, KPAI Minta Industri Game Terapkan Kontrol Ketat Konten Berbahaya
5
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
6
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
Terkini
Lihat Semua