PBNU: Mengganti Pancasila Berarti Menginginkan Indonesia Bercerai-berai
NU Online Ā· Jumat, 11 Juli 2008 | 18:26 WIB
Pancasila, bagi Nahdlatul Ulama (NU), adalah dasar negara yang mampu mempersatukan seluruh perbedaan yang ada pada bangsa Indonesia. Karena itu, jika ada pihak-pihak yang berupaya mengganti Pancasila, maka ia menginginkan bangsa Indonesia bercerai-berai.
Demikian ditegaskan Ketua Pengurus Besar NU KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya pada upacara pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Tengah, di Pondok Pesantren Al-Hikmah, Kabupaten Brebes, Jumat (11/7) malam.<>
Jika ada warga NU yang mengupayakan penggantian Pancasila dengan ideologi lain, katanya, maka ia tak hanya menginginkan Indonesia bercerai-berai, tapi juga berkhianat kepada KH Wahid Hasyim (putra pendiri NU Hadratus Syeikh KH Hasyim Asyāari dan salah satu tim perumus Pancasila dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI).
āMengganti Pancasila, itu sama artinya menginginkan negara Indonesia bercerai-berai. Dan, itu berarti kita telah berkhianat dengan KH Wahid Hasyim, karena beliau adalah salah seorang anggota Tim Sembilan yang ikut merumuskan Pancasila sebagai dasar negara,ā jelas Kang Saidābegitu panggilan akrabnya.
Menurut Kang Said, Pancasila juga telah disepakati sebagai dasar negara Indonesia melalui Muktamar NU. Karena itu, wajib hukumnya bagi warga NU untuk menaati keputusan Muktamar tersebut, termasuk keputusan menerima Pancasila sebagai satu satunya asas.
Gubernur Jateng, Ali Mufiz, yang juga hadir pada kesempatan itu, mengatakan, Konferwil NU memiliki makna penting bagi masyarakat Jateng, khususnya meletakkan landasan moral dalam kehidupan beragama. Menurutnya, melalui Konferwil, NU dapat melahirkan program yang strategis selama satu periode, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
Tampak pula pada acara itu beberapa pimpinan partai politik dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam di tingkat Jateng, Wakil Bupati Brebes Agung Widyantoro, Wakil Walikota Tegal H Maufur. (was/zis/uiz)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
3
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
6
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
Terkini
Lihat Semua