PBNU Siap Tampung Yatim Piatu Korban Banjir di Jember
NU Online · Sabtu, 7 Januari 2006 | 08:47 WIB
Jakarta, NU Online
Banjir bandang yang melanda daerah Jember dan menewaskan puluhan orang menyebabkan sejumlah anak menjadi yatim piatu karena kehilangan orang tua. Untuk menjaga kelangsungan hidup dan masa depan mereka, PBNU akan membiayai mereka dengan menitipkannya pada sejumlah pesantren. Demikian diungkapkan oleh ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam kunjungannya ke lokasi bencana.
”Saat ini masih dikoordinasikan dengan PCNU Jember untuk mendata mereka-mereka yang menjadi yatim piatu dan mendata pesantren mana saja yang siap untuk menampung mereka,” tandas Dr. Bina Suhendra dari Lembaga Pelayanan Kesehatan NU yang turun mendampingi KH Hasyim Muzadi ketika dihubungi per telepon, Sabtu.
<>PBNU dalam kunjungan tersebut memberikan sumbangan berupa beras sebanyak 2.5 ton, 100 karton mie instant, susu, tikar, makanan bayi, mukena sampai dengan sarung yang memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk konsumsi dan menjalankan ibadah.
Dalam kunjungan tersebut, Hasyim sempat mampir ke Posko Muhammadiyah yang memang searah dalam perjalanannya. Bina mengungkapkan bahwa para relawan dan korban yang ada di lokasi tersebut sangat terharu menerima kunjungan dari mantan ketua PWNU Jatim tersebut.
Dalam dialog dengan sejumlah keluarga, terungkap bahwa mereka sudah trauma mengalami hal tersebut dan tidak ingin lagi tinggal disitu karena takut terjadi hal yang sama di lain waktu.
Hasyim juga menyempatkan diri mengunjungi pondok pesantren Al-Hasan di Dusun Bunut, Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Jember, Jatim, yang didirikan tahun 1942, yang hancur dan rata dengan tanah akibat terjangan banjir bandang pada Minggu (1/1) malam, namun sekitar 400 santrinya terselamatkan. Namun buku, kitab, ijasah dan barang milik santri semuanya habis.
Untuk mendoakan para korban banjir bandang tersebut Hasyim beserta rombongan juga melakukan sholat ghoib di Masjid Al Fattah yang tak jauh dari lokasi bencana.(mkf)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
4
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua