Sumenep, NU Online
Rabu (7/3) ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep akan mengadakan Halaqah Lingkungan di Aula PCNU Sumenep Lantai II, Jl Trunojoyo Gedungan Sumenep. Kegiatan tersebut hasil kerjasama beberapa lembaga NU dilingkungan PCNU Sumenep.
Kegiatan yang di koordinatori Ahmaad Saheri tersebut kerjasama dengan PC Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU), Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) dan Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Sumenep.
<>
Pada kegiatan tersebut direncanakan hadir sebagai pembicara, Ir Hendro Sangkoyo, PhD dari School for Democratic Economics (SDE) Jakarta, Kepala Badan Lingkungan Hidup Sumenep Ir H Hari Patriadi, ST, dan Ketua Komisi DPRD Sumenep Bangbang Prayogi.
Undangan yang dicanangkan hadir pada kegiatan yang mengangkat tema “Eksplorasi Migas di Madura, Berkah atau Bencana” adalah pengurus MWN NU se Kabupaten Sumenep, lembaga dan Banom NU, LSM, dan aktifis lingkungan.
Halaqah tersebut diharapkan dapat membangun kesepahaman antar kelompok terkait eksploitasi Migas Madura untuk bisa dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak.
“Kegiatan dimaksudkan untuk membangun kesepahaman antar organ dan warga NU untuk “berdamai” dengan alam,” tutur Ahmad Saheri.
Selain itu, menurut pengurus Lakpesdam tersebut, juga untuk mengasah kesadaran sehingga alam tidak hanya sekadar peralatan oleh pihak manapun apalagi sekedar demi kepentingan modal segelintir orang.
“Alam harusnya bisa dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak dengan tetap berpijak pada pesan agama dan budaya,” tegasnya.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: M Kamil Akhyari
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Seni Berlapang Dada di Tengah Ujian Kehidupan dari Imam al-Qusyairi
2
Khutbah Jumat: Menata Hati di Tengah Zaman Penuh Fitnah
3
Khutbah Jumat: Keutamaan Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh
4
Tiga Peserta Meninggal, Amnesty Minta Latsarmil Pengelola Kopdes Dihentikan
5
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
6
Harga Barang Naik, Rakyat Menjerit: Di Mana Letak Tawakal dan Kritik Kebijakan?
Terkini
Lihat Semua