Narathiwat, NU Online
Pemimpin Muslim lokal yang terkenal dengan sikap kerasnya terhadap ekstrimisme ditembak tewas di wilayah bergolak Thailand selatan, kata polisi Rabu (3/1) kemarin
Kawee Prachumkayohmas, 55 tahun, mendapat tembakan empat kali di dalam serangan Selasa (2/1) malam, saat dia meninggalkan satu tempat pemakaman di mana dia berdoa pada hari libur keagamaan.
Dia adalah tokoh dari desa Bacho di provinsi Narathiwat dan terkenal dengan sikapnya yang menentang keras terhadap pemberontakan separatisme, yang dimulai tiga tahun yang lampau.
Polisi mengatakan, konflik yang berpusat di provinsi Yala, Narathiwat dan Pattani telah menelan korban 1.816 jiwa. Kebanyakan dari korban adalah penduduk sipil.
Wilayah yang berbatasan dengan Malaysia ini sebelumnya adalah satu kesultanan yang merdeka sampai dianeksasi oleh Thailand yang mayoritas penduduk memeluk Budha pada tahun 1902, dan sejak itu meletus kerusuhan separatisme.
Tetapi bertepatan pada tahun baru tidak ada serangan-serangan di wilayah yang mayoritas penduduknya Muslim ini, dan sebaliknya perhatian tertuju ke Bangkok di mana delapan bom meledak menewaskan tiga orang dan mencederai 38 lainnya Ahad lalu.
Pemerintah dukungan militer membantah bahwa serangan-serangan di Bangkok itu ada hubungannya dengan pemberontak, namun mengecam pendukung-pendukung perdana menteri Thaksin Shinawatra yang terguling dalam satu kudeta tak berdarah September lalu. (ant/rif)
Terpopuler
1
Logo Munas dan Konbes NU 2026, Unduh di Sini
2
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
5
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
6
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
Terkini
Lihat Semua