Warta

Pendekar Pagar Nusa Ajak Jauhi Politik

NU Online  ·  Selasa, 17 Januari 2012 | 01:13 WIB

Semarang, NU Online
Para pendekar Nahdlatul Ulama, yang tergabung dalam dewan pendekar dan dewan khos Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa  mengajak para anggotanya untuk menjauhi politik praktis.

Pagar Nusa sebagai wadah warga NU yang di bidang Pencak Silat ditekadkan tetap berpedoman pada khittah NU 1926 yang menjaga jarak dengan partai politik. Namun jika anggota Pagar Nusa secara pribadi ingin terjun politik diberi kebebasan. Sebagaiama warga NU pada umumnya yang bebas memilih atau dipilih berdasarkan Undang-Undang.
<>
Pernyataan itu disampaikan Ketua Dewan Khos Pimpinan Pusat IPS NU Pagar Nusa, KH Suyuthi Ghozali dalam Sarasehan IPS NU Pagar Nusa se-Jawa Tengah yang digelar di rumah anggota dewan Khos PP IPS NU Pagar Nusa, KH Saiful Anwar Zuhri di Ketileng Semarang, belum lama ini. Sabtu (14/1) malam lalu. 

Kiai Suyuthi yang menjadi sesepuh Banser Indonesia ini menegaskan, saat ini sudah banyak parpol yang mendekati Pagar Nusa yang pada Februari nanti akan menggelar Kongres Nasional di Jakarta. Ia mengaku telah ditemui beberapa tokoh parpol yang menginginkan dukungan Pagar Nusa untuk kepentingan Pemilu 2014 mendatang.

“Pagar Nusa sudah didekati beberapa parpol. Saya sudah ditemui para petinggi parpol. Saya tegaskan, di Kongres nanti kita harus kompak menjaga independensi organisasi kita. Jangan mau diseret-seret untuk memberi dukungan politik ke salah satu parpol,” ujarnya.

Suyuthi menegaskan, Pagar Nusa adalah Pagarnya NU dan Bangsa. Jadi harus selalu berpedoman pada khittah NU dan menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa. Sebagaimana pernah dibuktikan dalam gerakan jihad 10 Nopember 1945 ketika mempertahankan kemerdekaan RI dari serangan tentara Amerika Inggris dan Belanda sekutunya.

Sementara itu, sang tuan rumah, pengasuh Ponpes Az-Zuhri yang akrab dipanggil Abah Saiful mengatakan, seluruh anggota Pagar Nusa harus selalu mengedepankan akhlak mulia dan berdakwah dengan cara seperti para ulama sejak zaman Walisongo.

Pendekar yang senang menunggang kuda dan mengoleksi benda pusaka ini berpesan agar anggota Pagar Nusa rajin bersilaturahim ke kiai dan kepada siapa saja.

“Keluarga besar Pagar Nusa harus selalu tawadhu, berakhlak mulia, berdakwah dengan penuh cinta. Rajin-rajinlah silaturahim,” tuturnya sambil memegang botol infus karena sedang sakit.  

Acara yang diorganisir ketua PW IPS NU Pagar Nusa Jateng Sulatin Musthofa ini, dihadiri perwakilan Pengurus Cabang IPS NU Pagar Nusa se-Jateng. Sebelum sarasehan, peserta diajak bermusyawarah membahas panduan administrasi Pagar Nusa di Aula kantor PWNU Jateng, Jl Dr Cipto 180 Semarang.


Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Ichwan

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang