Penulisnya Didesak Hadiri Debat Terbuka atau Bukunya Ditarik
NU Online · Senin, 10 Maret 2008 | 05:32 WIB
H Mahrus Ali—penulis buku Mantan Kiai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik—didesak untuk menghadiri debat terbuka terkait buku yang ditulisnya, pada 12 Maret mendatang. Jika tidak, maka buku kontroversial tersebut harus ditarik dari peredaran.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Lembaga Bahsul Masail Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LBM PCNU) Jember, Jawa Timur, KH Abdullah Syamsul Arifin, di Jember, Ahad (9/3) kemarin. Demikian dilaporkan Kontributor NU Online, Aryudi A. Razaq.<>
Kiai Abdullah sangat berharap Mahrus bisa menghadiri debat yang difasilitasi Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, tersebut. Pasalnya, bebat itu merupakan reaksi santun warga NU untuk membela dan mempertahankan amaliah yang diyakini kebenarannya.
Hal senada diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember, KH. Sahilun A. Nasir. Menurutnya, ketidaksiapan Mahrus menghadiri acara itu menunjukkan kekerdilan jiwanya. Apalagi, katanya, ‘tantangan’ LBM PCNU Jember itu yang kedua kalinya, dan dua kali itu pula Mahrus menyatakan tidak bersedia.
Ia menambahkan, debat tersebut sangat penting untuk mengklarifikasi tudingan-tudingan dari kedua belah pihak. Sehingga tidak ada pihak yang merasa paling benar. Jika Mahrus tidak mau melayani, berarti dia tidak bertangung jawab atas apa yang ditulisnya.
“Saya masih berharap agar Mahrus Ali bersikap jantan. Kalau hanya keamanan yang yang jadi alasan, saya pikir, itu sangat mengada-ada. Memangnya orang NU tukang pukul,” ujar Kiai Sahilun. (rif)
Terpopuler
1
Logo Munas dan Konbes NU 2026, Unduh di Sini
2
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
5
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
6
Gelar Konfercab X, PCINU Australia-New Zealand Tegaskan Wajah Diaspora NU yang Inklusif dan Bermanfaat
Terkini
Lihat Semua