Peringati Maulid, Menara Kudus Gelar Sunat Massal
NU Online · Ahad, 19 Februari 2012 | 12:11 WIB
Kudus, NU Online
Sebanyak 241 anak menjalani sunat massal yang digelar Yayasan Masjid Makam dan Menara Sunan Kudus (YM3SK), Ahad (19/2). Mereka berasal dari Jepara (25 anak), Kudus (209 anak), Pati (1 anak), dan Demak (6 anak). Khitan massal tersebut digelar untuk memeriahkan bulan kelahiran Nabi Muhammad.<>
Menurut Ketua YM3SK, KH Nadjib Hasan, tradisi khitan massal di lingkungan Menara Kudus telah berlangsung sejak 1965 berawal dari Pengajian Pitulasan yang digelar oleh sesepuh kiai di sana.
"Kami tradisikian karena khitan bagian dari sunnah atau anjuran yang baik Nabi Muhammad," katanya, di sela-sela pelaksanaan khitan massal di aula yayasan.
Jumlah peserta khitan dibatasi agar tenaga teknis tidak kewalahan. Sebab, antisipasi untuk menangani kendala di luar khitan dimungkinkan terjadi.
Di antara adanya penyakit dalam yang diidap peserta dan ketakutan berlebih. Untuk menanganinya dilibatkan dokter spesialis penyakit dalam, dokter bedah, dan dokter anak.
"Total tenaga medis 33 orang, termasuk dokter spesialis untuk mengantisipasi penyakit peserta yang akan dikhitan," kata Najib yang juga Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) ini.
Jika ada peserta yang punya riwayat penyakit dalam, kata Nadjib, akan dirujuk terlebih dahulu ke rumah sakit dengan biaya dari panitia. Kemudian jika sudah sembuh dikhitan.
Untuk meminimalisir adanya peserta yang berbahaya untuk dikhitan, pihaknya seminggu sebelum acara meminta orang tua memberikan informasi kesehatan putranya.
Selain itu, sebagai bentuk tanggung jawab kepada peserta pada Selasa depan panitia membuka ruang konsultasi terkait perkembangan usai khitan di aula yayasan.
Peserta khitan massal mendapatkan seperangkat pakaian muslim dan uang tali asih.
Redaktur : Syaifullah Amin
Kontributor : Zakki Amali
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua