Warta

Pesantren Perlu Lebih Melek Tentang TI

NU Online  ·  Jumat, 24 Februari 2012 | 02:53 WIB

Bogor, NU Online
Komunitas pesantren dinilai perlu lebih menggiatkan pengembangan teknologi informasi (TI), agar mampu merespons tuntutan perubahan zaman serta meningkatkan partisipasinya dalam pembangunan masyarakat dan bangsa.

"Pesantren harus melek TI, karena telah menjadi keniscayaan dan kebutuhan zaman. TI dapat dimanfaatkan untuk membantu pesantren dalam mewujudkan misi sosialnya di tengah masyarakat," kata Pengasuh Pesantren Daarul Mughni Al-Maaliki KH Mustopa Mughni, Kamis di Bogor.Mustopa Mughni pada Kamis pagi menjadi narasumber dalam Dialog Publik yang disiarkan secara langsung oleh RRI Cabang Bogor.
<>
Dialog ini juga menghadirkan Kontributor NU Online Ahmad Fahir sebagai narasumber, dan dipandu presenter Mukhlis, dengan mengupas tema "Mengukur Daya Saing Pesantren: Dinamika Pengembangan TI di Kalangan Santri".

Pesantren Daarul Mughni dikenal konsen dengan pengembangan TI. Pada Ahad (12/2) lalu, pesantren ini meluncurkan program laptopisasi santri dan melansir launcing website. Selain itu, lembaga yang dihuni seribuan santri ini juga giat mengembangkan jurnalistik dan berbagai kegiatan ekskul lainnya.

Lebih lanjut Mustopa Mughni mengatakan, sejauh ini telah ada kesadaran di kalangan pesantren untuk menggiatkan pengembangan TI. Namun jumlahnya belum signifikan.

"Jumlah pesantren yang melek TI masih bisa dihitung dengan jari. Namun saya optimis ke depan pesantren akan semakin menyadari TI, karena telah menjadi kebutuhan yang sulit dihindari," papar alumnus Pesantren Daarul Rahman Jakarta, yang menamatkan S1 di UIN Syarif Hidayatullah ini.

Oleh karena itu, lanjut Mustopa, sejak lima tahun silam pihaknya telah merintis pengembangan TI di Pesantren Daarul Mughni. "Sejak lima tahun lalu, kami sudah mulai mengajarkan kitab kuning atau kitab klasik dengan menggunakan laptop. Kami mendapatkan Maktabah Syamilah dari PBNU, yang memuat ribuan kitab-kitab karya ulama besar dunia. Namun baru kali ini program laptopisasi ini secara resmi kami luncurkan, dengan harapan agar semakin banyak pesantren yang mengadopsi TI," bebernya.

"Tugas primer pesantren adalah ‘tafaqquh fid dien’. Namun pesantren juga perlu mengembangkan tugas sekunder, seperti penggiatan TI, kewirausahaan, agribisnis dan berbagai kegiatan lainnya, agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman," terangnya.

Pengembangan bebagai tugas sekunder tersebut, lanjutnya, diperlukan agar pesantren dapat merespons tantangan yang dihadapi masyarakat. Dengan demikian, keberadaan pesantren tetap mendapatkan tempat di hati masyarakat, bahkan bias berkembang menjadi lembaga pendidikan unggulan yang jadi rujukan.

"Pengembangan berbagai bidang non keilmuan agama sebagai upaya untuk membekali para santri, agar memiliki banyak keterampilan, sehingga mereka kelak dapat berdakwah di berbagai bidang, sesuai dengan minatnya," ujar dia.



Redaktur: Mukafi Niam

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang