Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengkritik Amerika Serikat yang mengatakan pengakuan negara Palestina masih terlalu dini. "Amerika Serikat (AS) seharusnya menjadi sebuah penghubung yang nyata dan adil dalam mengatur perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina," kata seorang anggota Dewan Eksekutif PLO, Ahmed Majdalani, Sabtu (11/12).
Majdalani mengatakan kepada Xinhua bahwa kepemimpinan Palestina sangat menyesalkan pendirian AS. Dengan memperingatkan bahwa Washington "Telah kehilangan nama baiknya sebagai penaja atau sponsor proses perdamaian", Majdalani mengatakan bahwa pemerintah Obama harusnya menyalahkan Israel "yang telah menggagalkan segala upaya untuk berdamai".
>
Direktorat Kementerian Luar Negeri AS, William Burns, pada Jumat mengatakan pengakuan negara Palestina oleh beberapa negara Amerika Latin "terlalu dini". Brasil dan Argentina pada pekan lalu mengakui negara Palestina dengan perbatasan kawasan tanah yang dijajah Israel pada 1967.
Burns mengatakan pengakuan negara Palestina harus disetujui setelah pihak Israel dan Palestina menyepakatinya dalam perundingan perdamaian. Namun, perundingan antara Palestina dan Israel gagal pada September ketika Israel melanjutkan pembangunan permukiman Yahudi di kawasan Tepi Barat yang dijajah. (syf)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
3
Khutbah Jumat: Menghidupkan Tradisi Membaca di Zaman Serba Instan
4
Khutbah Jumat: Hari Bumi Sedunia, Mari Jaga Alam Kita
5
Khutbah Jumat: Meneladani Persahabatan Nabi dengan Alam
6
Khutbah Jumat: Membuka Jendela Dunia Melalui Budaya Membaca
Terkini
Lihat Semua