Harlah Ke-92 GP Ansor, PWNU Aceh Ajak Pemuda Perkuat Persatuan dan Peran Kebangsaan
NU Online · Sabtu, 25 April 2026 | 22:10 WIB
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Banda Aceh, NU Online
Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda (GP) Ansor menjadi momentum reflektif bagi seluruh kader untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan keumatan di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks. Di Aceh, semangat Bersatu, Berperan untuk Negeri digaungkan sebagai panggilan moral bagi generasi muda Nahdlatul Ulama agar tetap solid dan kontributif.
Sekretaris PWNU Aceh, H Asnawi M Amin, menegaskan bahwa Ansor memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus merawat keutuhan bangsa.
Menurutnya, selama lebih dari sembilan dekade, Ansor telah membuktikan eksistensinya sebagai organisasi kepemudaan yang tidak hanya fokus pada kaderisasi, tetapi juga aktif dalam berbagai lini pengabdian sosial.
“Ansor merupakan pilar penting dalam tubuh NU. Perannya tidak hanya membina pemuda, tetapi juga menjaga harmoni sosial dan memperkuat nilai-nilai keislaman yang moderat di tengah masyarakat,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Tokoh yang pernah mengemban amanah sebagai Ketua GP Ansor Aceh itu menambahkan, tantangan generasi muda hari ini tidak lagi sederhana. Arus globalisasi, derasnya informasi digital, hingga potensi polarisasi sosial menuntut kehadiran organisasi seperti Ansor yang mampu menjadi penyeimbang. Karena itu, kader Ansor diharapkan tidak hanya kuat secara ideologi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman.
Senada, Ketua PW GP Ansor Aceh, H Azwar A Gani, menekankan pentingnya menjaga soliditas internal organisasi sebagai kunci keberhasilan dalam menjalankan peran kebangsaan.
Ia menyebut bahwa tema Harlah Ke-92 bukan sekadar slogan, melainkan arah gerak yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. “Bersatu bukan hanya dalam kata, tetapi dalam gerakan. Ansor harus hadir di tengah masyarakat sebagai solusi, bukan sekadar organisasi,” tegasnya.
Menurut Azwar, kader Ansor memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan bangsa, terutama di tengah berbagai perbedaan yang kerap menjadi potensi konflik. Ia menilai bahwa nilai-nilai toleransi, moderasi, dan ukhuwah harus terus diperkuat agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Baca Juga
Firasat Gus Dur jelang Tsunami Aceh
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya peran Ansor dalam pemberdayaan masyarakat berbasis akar rumput. Dengan jaringan yang luas hingga ke tingkat desa, Ansor dinilai memiliki potensi besar untuk menggerakkan perubahan sosial yang nyata, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun keagamaan.
“Peran untuk negeri itu bisa dimulai dari hal kecil. Menjadi teladan, menjaga kerukunan, serta aktif dalam kegiatan sosial adalah bentuk nyata pengabdian kader Ansor,” tambahnya.
Azwar menambahkan dalam konteks Aceh, yang memiliki kekhasan nilai religius dan kultural, Ansor diharapkan mampu menjadi jembatan antara tradisi keislaman dan tantangan modernitas. Hal ini penting agar generasi muda tidak tercerabut dari akar nilai, namun tetap mampu bersaing di era global.
Dia menegaskan bahwa peringatan Harlah ke-92 GP Ansor ini pun diharapkan tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi titik tolak penguatan komitmen bersama. Seluruh kader diajak untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat solidaritas, serta menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Tentunya dengan semangat persatuan dan peran aktif, GP Ansor diyakini akan terus menjadi kekuatan strategis dalam menjaga keutuhan bangsa, merawat nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan Indonesia yang damai dan bermartabat," pintanya
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
3
Khutbah Jumat: Menghidupkan Tradisi Membaca di Zaman Serba Instan
4
Khutbah Jumat: Hari Bumi Sedunia, Mari Jaga Alam Kita
5
Khutbah Jumat: Meneladani Persahabatan Nabi dengan Alam
6
Khutbah Jumat: Membuka Jendela Dunia Melalui Budaya Membaca
Terkini
Lihat Semua