Rais Syuriyah PCNU Sidoarjo Pimpin Istighotsah 2 Tahun Lumpur Lapindo
NU Online · Jumat, 30 Mei 2008 | 00:56 WIB
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo KH Rofi’ Sirodj mempimpin istighotsah atau doa bersama ribuan korban lumpur dari 10 desa dan dua perumahan di kawasan Porong, Sidoarjo, Kamis (29/5) kemarin.
Istighotsah yang digagas oleh Gabungan Korban Lumpur Lapindo (GKLL) Sidoarjo itu dilakukan di tepi tanggul Siring, Porong, Sidoarjo dalam rangka "memperingati" dua tahun semburan lumpur Lapindo.<>
Acara yang berlangsung di bawah terik matahari itu juga dihadiri Ketua BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo) Sunarso, Kapolresta Sidoarjo AKBP Maruli Simandjuntak, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Agoes Ali Masyhuri, Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori, dan Cawagub PDIP Jatim, Ridwan Hisjam yang juga mengaku warga NU.
Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Agoes Ali Masyhuri menyampaikan taushiyahnya usai istighotsah, kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin secara bergiliran oleh KH Yusman (Porong), KH Amin Muhyiddin (Jabon), KH Tholhah (Tanggulangin), KH Abdusshomad Buchori (MUI Jatim), dan KH Sholeh Qosim (Sepanjang).
“Setiap kesulitan itu ada kemudahan, itu kalau para korban lumpur mau berpuasa. Tapi saya tahu, para jemaah sudah dua tahun berpuasa, insya Allah, akan ‘nemu riyoyo’ (sampai kepada hari raya, maksudnya keberhasilan),” kata Gus Ali Masyhuri.
Ketua BPLS Sunarso menilai, kegiatan doa merupakan hal yang baik agar penderitaan yang dialami dapat segera berakhir. “Doa juga positif, agar kewajiban yang harus dilaksanakan Lapindo dapat terealisasi, sedangkan kami dari BPLS hanya memfasilitasi untuk kebaikan semuanya,” katanya.
Usai taushiyah, ribuan korban yang sebagian menggunakan kaus bertuliskan “Satu Hati, Satu Tekad, Satu Tujuan, Cash and Carry” itu, akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Bahkan, sejumlah aparat kepolisian yang berjaga di bawah jalan tol yang terputus lumpur itu, akhirnya membantu korban lumpur dengan mengatur lalu lintas agar korban lumpur dapat menyeberang, namun banyaknya korban lumpur sempat membuat kemacetan sesaat.
Istighotsah serupa di tanggul lumpur sekitar Renokenongo juga dilakukan warga korban lumpur Lapindo yang tergabung dalam Paguyuban korban lumpur tolak relokasi dan kontrak (Pagar Kontrak), yang umumnya kini tinggal di pengungsian Pasar Baru Porong (PBP). (ant/sam)
Terpopuler
1
Habib Umar bin Hafidz Kunjungi PBNU, Ada Tiga Agenda di Dalamnya
2
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
3
Kemenhaj Imbau Jamaah Umrah Indonesia Waspada, Pastikan Kesiapan Perjalanan
4
BNPB Sebut 639 Hektare Lahan Masih Terbakar di Enam Provinsi
5
Khutbah Jumat: Hak atas Udara Bersih untuk Menjaga Kesehatan Pernapasan
6
Profil KH Afifuddin Muhajir, Wakil Rais Aam PBNU Ahli Ushul Fiqih
Terkini
Lihat Semua