Warta

Santri Tani Fokus Kembangkan Pertanian Organik

NU Online  ·  Selasa, 28 Februari 2012 | 10:41 WIB

Jakarta, NU Online
Dalam upaya turut memantabkan ketahanan pangan nasional, tiga puluh santri dari berbagai propinsi yang menamai diri “Santri Tani” (Santan) bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bogor intensif budidayakan pertanian organik.

Mereka tengah mendalami pelatihan pertanian organik. Selain pengembangan wawasan seputar pertanian, pelatihan ini diiringi pula pembinaan para santri melalui terjun langsung di lahan pertanian.
<>
Salah satu koordinator Santan, Ali Shobirin, menyatakan, pilihan terhadap pertanian organik ini didasarkan atas beberapa kelebihan. Dibandingkan pertanian non-organik, hasil budidaya jenis ini dari sisi kualitas lebih sehat. Apalagi ini didukung dengan tanaman yang tumbuhnya cenderung lebih cepat.

“Karena tidak menggunakan pupuk kimia, mutu pertanian ini lebih segar dan sehat. Kelebihan lainnya, tanaman yang harusnya tumbuh dalam jangka 25 hari, karena diproses secara organik, menjadi hanya 12 hari,” katanya di sela pembagian 3000 ikat sayuran organik gratis pada acara peresmian gedung PBNU II di Jakarta, Senin (27/2).

Peserta gerakan Santan diambil dari perwakilan sejumlah propinsi, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Lampung dan Banten. Pelatihan sudah berjalan selama sepuluh hari dan akan berlangsung selama tiga bulan. Rencananya, program akan berlanjut terus secara berkala.

Selama pelatihan para santri juga diajak dalam aksi berbagi sayuran organik secara gratis di sejumlah kota. Setelah di Bogor, Sukabumi, dan Jakarta, pembagian rencananya akan dilanjutkan ke Kota Bekasi.

Program ini diakui merupakan bagian dari usaha peningkatan swasembada pangan di Indonesia yang semakin kehilangan arah. Sejumlah kebijakan pertanian dan perdagangan dinilai tidak berpihak pada kaum tani dan potensi yang sangat kaya di negeri sendiri.

“Ketahanan pangan di negeri kita ini hilang. Kebijakan impor bahan-bahan pangan bisa sangat merugikan rakyat sendiri,” tandasnya.



Redaktur: Mukafi Niam
Penulis   : Mahbib Khoiron

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang