Jakarta, NU Online
“Sarbumusi mengikuti suara mayoritas keinginan buruh yang melakukan demontrasi di Bekasi.”
Pernyataan itu ditegaskan Syaiful Bahri Ansori, Ketua Umum DPP Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) terkait demontrasi para buruh di Bekasi Kamis (19/1). Ia menyampikan itu selepas peresmian kantor Sarbumusi pada Senin (23/01) pukul empat sore, jalan Raden Saleh 1 No. 7 A, Jakarta Pusat.
<>
Syaiful menambahkan, selama ini Kehidupan Hidup Layak (KHL) para buruh itu belum layak, sehingga mereka tidak sejahtera dan kesulitan menghidupi keluarganya. Masalah makin besar ketika perusahaan tidak bisa membayar gaji mereka.
Untuk mendapatkan haknya, para buruh melakukan demonstrasi. Tapi yang diutamakan itu harus negosiasi dengan menggunakan Lembaga Kerjasama Tripartit Nasional dan Dewan Pengupahan Nasional sehingga obyektivitas bisa terukur.
“Kalau hanya mengandalkan demo, saya khawatir nanti dimainkan oleh para elit-elit buruh saja. Tapi kalau kita menjaga melalui lembaga formal yang kita miliki. Kemudian bisa merumuskannya dengan lebih baik,” tambahnya.
Lebih jauh, Bahri menjelaskan demonstrasi buruh kadang ditentukan oleh atmosfer politik di daerah. Misalnya menjelang Pilkada. Di sisi lain dia juga mengecam perusahaan yang selalu mempolitisir upah buruh itu dengan berbagai alasan, misalnya investor mau melarikan diri.
“Sebaiknya Apindo duduk bareng supaya tidak ada yang dirugikan,” tegas Bahri.
Seperti diketahui, aksi buruh di Bekasi itu diakibatkan pihak Apindo yang batal menandatangani perjanjian akan menarik gugatannya di Pengadilan Tata Usaha (PTUN) Bandung terkait pengesahan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2012 yang harusnya dilakukan Kamis lalu.
Redaktur: Mukafi Niam
Penulis : Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
3
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
4
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
5
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua