Tarawih di Masjid Istiqlal Diadakan Dua Versi
NU Online · Selasa, 2 September 2008 | 00:33 WIB
Sebagai bentuk penghormatan terhadap perbedaan pendapat, Masjid Istiqlal Jakarta menyelenggarakan shalat tarawih dan witir dalam dua versi, 11 rakaat dan 23 rakaat.
Jamaah di masjid terbesar di Asia Tenggara itu dipersilakan memilih sendiri jumlah rakaat. Salat 11 rakaat diselenggarakan lebih dulu lalu dilanjutkan dengan salat 23 rakaat.<>
Shalat tarawih di masjid ini mulai diselenggakan Ahad (31/8) malam setelah mendapatkan kepastian awal Ramadhan dari hasil keputusan sidang itsbat di kantor pusat Departemen Agama.
Untuk menarik perhatian kaum muslimin beribadah dimasjid berkapasitas 200 ribu orang, pengelola masjid membagikan takjil dan makanan buka puasa mulai hari pertama Ramadhan kemarin.
Jumlah takjil dan makanan yang dibagikan minimal 3.000 bungkus per hari. Ini dimaksudkan untuk membantu kaum muslim yang masih berada di jalan saat adzan maghrib berkumandang.
"Ramainya shalat tarawih itu biasanya hanya pada hari pertama hingga 10. Kami berharap dengan adanya takjil ini, dapat mendorong adanya umat muslim untuk beribadah di sini," kata Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) H Subandi di kantornya, Ahad (31/8).
Menurut Subandi, biasanya jumlah jamaah pada hari ke-1 hingga ke-10 bisa mencapai 9.000 per hari. Jumlah ini, akan berkurang dari hari ke hari. Hal tersebut, katanya, disebabkan banyak faktor, termasuk banyaknya pendatang di Jakarta yang pulang ke kampung halamannya. (nam/sam)
Terpopuler
1
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
2
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, Bukti Pelatihan Militer bagi Sipil Tidak Relevan
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
Koalisi Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil Calon Manajer KDMP
5
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
6
Nikah Batin: Pernikahan yang Tidak Pernah Dikenal Syariat Islam
Terkini
Lihat Semua