Terbit, Buku Bantahan Sholawat dan Dzikir Syirik
NU Online Ā· Selasa, 22 Januari 2008 | 09:24 WIB
Warga Nahdliyyin tidak perlu resah dengan beredarnya buku āMantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syirikā karangan H Mahrus Ali. Pasalnya Lembaga Bahtsul Masaāil (LBM) NU Jember bekerjasama dengan penerbit Khalista Surabaya menerbitkan buku jawaban dari tuduhan itu.
Buku yang layak menjadi benteng bagi warga NU itu diberi judul āMembongkar Kebohongan Buku Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syirik.ā Buku setebal 254 ditambah beberapa lampiran itu terbit pada pertengahan bulan Januari ini.<>
Direktur Khalista, A Maāruf Asrori mengatakan, buku yang baru diterbitkan itu merupakan jawaban atas permintaan sekian banyak warga NU yang merasa keberatan dengan beredarnya buku karya H Mahrus Ali tersebut. Apalagi buku itu mendapatkan kata pengantar dari KH Muammal Hamidy yang tokoh organisasi Persis dan konon menjadi bagian dari buku wajib mata kuliah agama di Unmuh Malang.
āAlhamdulillah, baru sekarang kami bisa memenuhi keinginan itu,ā kata Maāruf , yang juga pengurus LTN NU Jawa Timur, kepada NU Online di Surabaya, Selasa (22/1).
Maāruf menjelaskan, dalam buku karya H Mahrus itu, banyak amalan yang sudah biasa dilakukan oleh kaum Nahdliyin dimentahkan oleh penulis yang beraliran Wahabi itu. Misalnya tentang Sholawat Badar, Nariyah, Fatih, Munjiyat, Tibbul Qulub, hizb, burdah, tawassul, bermadzhab, ilmu kekebalan, dan lain sebagainya yang dikatakan syirik oleh Mahrus.
Pementahan Mahrus tampak meyakinkan, karena ia banyak menggunakan dasar Al-Quran, Al-Hadits dan kitab-kitab kuning, baik yang beraliran Syafiāiyah maupun yang Wahabiyah. Ia memahami kitab-kitab Syafiāiyah karena pernah belajar di sebuah pesantren salaf di daerah Tuban. Sementara ia juga paham pada kitab-kitab Wahabiyah, karena memang murid dari Syeikh Bin Baz, tokoh kunci kaum Wahabi di Makkah.
Namun buku bantahan dari LBM NU Jember tidak kalah hebat. Selain menggunakan semua dasar yang dipakai H Mahrus, juga dilengkapi kitab-kitab lain, termasuk kitab-kitab sejarah sebagai pendukung.
āIni sangat menarik, karena bantahan dalam buku ini tidak hanya menggunakan dalil Syafiāiyah, tapi banyak juga menggunakan dalil Wahabiyah dan Ibnu Taimiyah yang menjadi panutan H Mahrus. Ibaratnya menyerang balik lawan dengan menggunakan senjata milik lawan, sangat menarik,ā tutur Maāruf.
Putra KH Asrori Ahmad Magelang itu menjelaskan lebih lanjut, lewat paparan yang begitu teliti dan detail, tim LBM NU Jember bisa meyakinkan bahwa semua amaliah yang selama ini dilakukan oleh kaum Nahdliyin adalah memiliki dasar yang sangat kuat. Tidak seperti yang dituduhkan selama ini oleh mereka yang tidak senang kepada orang NU.
Poin yang juga menarik, dalam buku itu diungkapkan siapa sebenarnya H Mahrus itu. Benarkah dia orang NU, lalu berhak memakai judul buku āMantan Kiai NUā sehingga mengesankan ia memang bekas kiai NU yang telah bertobat?
Sebagai bukti keotentikan siapa sebenarnya penulis yang berjenggot panjang itu, dalam buku terbitan baru itu disertakan pula kesaksian dari dua pengurus NU. Pertama, Ranting NU Sidomukti, Kebomas, Gresik, yang menjadi tempat lahir penulis, dan kedua dari MWC NU Waru, Sidoarjo, yang menjadi tempat tinggalnya hingga kini. Lewat kesaksian kedua institusi NU itu akhirnya pembaca bisa menebak, siapa sebenarnya penulis buku itu.
Tidak selesai sampai di situ, dalam kata pengantarnya, tim LBM NU juga āmenantangā kepada H Mahrus dan Muammal Hamidy untuk bersedia berdialog secara terbuka, terhormat dan bermartabat, dengan tujuan untuk mencari kebenaran. Tidak hanya dengan main serang lewat buku-buku yang menebarkan kebencian kepada masyarakat.
āSungguh, buku baru ini sangat menarik untuk dibaca dan didalami agar kita tidak mudah terkecoh oleh dalil yang mereka bawakan,ā tegas Maāruf. (sbh)
Terpopuler
1
Habib Umar bin Hafidz Kunjungi PBNU, Ada Tiga Agenda di Dalamnya
2
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
3
Khutbah Jumat: Hak atas Udara Bersih untuk Menjaga Kesehatan Pernapasan
4
BNPB Sebut 639 Hektare Lahan Masih Terbakar di Enam Provinsi
5
Kemenhaj Imbau Jamaah Umrah Indonesia Waspada, Pastikan Kesiapan Perjalanan
6
Khutbah Jumat: Jangan Putus Asa Mencari Rezeki Halal Saat Ekonomi Sulit
Terkini
Lihat Semua