Tingkatkan Wawasan, Warga NU harus banyak Lakukan Kajian
NU Online · Senin, 12 Maret 2012 | 03:29 WIB
Banyumas, NU Online
Wakil Rais Syuriyah PCNU Banyumas KH Khariri Shofa meminta Warga Nahdlatul Ulama (NU) alias kaum Nahdliyin memperbanyak diskusi, melakukan kajian, berpikir ilmiah untuk menambah kualitas keilmuan.
Pernyataan tersebut disampaikan disela-sela Workhsop Penguatan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Ahad (11/3) di Pesantren Darussalam, Dukuh Waluh, Kecamatan Kembaran, Banyumas. <>
"Warga NU harus berfikir ilmiah. Perbanyak diskusi memperdalam sebuah persoalan, dengan landasan yang jelas," kata Khariri yang sekaligus pengasuh pesantren.
Pernyataan tersebut, tidak lain menanggapi banyaknya pertanyaan muncul dalam sesi tanya jawab. Uniknya, mayoritas pertanyaan berkutat seputar aktivitas ibadah dan persoalan khilafiyah, perbedaan tata cara dan landasan beribadah.
"Workhsop seperti ini harus dipersering dan diperbanyak. Buat secara terencana, ada istilah workshop lanjutan d engan peserta yang sama. Bisa juga nanti diteruskan dengan kelompok diskusi yang rutin," kata mantan ketua STAIN Purwokerto tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Khariri menyampaikan materi Islam dan Aswaja. Seputar sejarah Islam, beragam aliran dalam Islam hingga bermuara pada ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah. Dia juga menyoroti perlunya perubahan paradigma, antara kaum muda dan tua bagi warga NU.
"Kalau generasi muda, jangan diperintah untuk banyak wiridan (mengejar akhirat), tetapi doronglah untuk berwacana, beraktivitas, berdakwah. Kalau sudah sepuh, baru lebih fokus pada soal ukhrawi," katanya.
Ketua Lakpesdam NU, Dr Ridwan MAg mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kerjasama dengan Lembaga Dakwah NU (LDNU) Banyumas. Peserta merupakan perwakilan MWCNU (NU kecamatan), Muslimat dan takmir masjid di perkotaan.
"Kita juga menghadirkan KH Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam) untuk berbicara Konsep Bid'ah dalam Persepktif Ulama Ahlus-Sunnah Wal Jama'ah," katanya.
Selain penguatan paham Aswaja, kata Ridwan, workshop diadakan untuk membentengi warga NU dari aliran-aliran Islam model baru yang kian marak bermunculan. "Makanya, salah satu pesertanya takmir masjid perkotaan," ujar dosen STAIN Purwokerto tersebut.
NU, katanya, sejak dilahirkan tetap berpegang pada paham Aswaja. Salah satu ciri khasnya, adalah kerangka pemahaman yang moderat, toleran dan inklusif dengan tetap mengadopsi tata nilai budaya lokal yang tidak bertentangan secara substansi dengan doktrin Islam.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Djito el Fateh
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Seni Berlapang Dada di Tengah Ujian Kehidupan dari Imam al-Qusyairi
2
Khutbah Jumat: Menata Hati di Tengah Zaman Penuh Fitnah
3
Khutbah Jumat: Keutamaan Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh
4
Tiga Peserta Meninggal, Amnesty Minta Latsarmil Pengelola Kopdes Dihentikan
5
Harga Barang Naik, Rakyat Menjerit: Di Mana Letak Tawakal dan Kritik Kebijakan?
6
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan Abdurrahman bin Auf dalam Membangun Bisnis yang Berkah
Terkini
Lihat Semua