Tunggu Rukyatul Hilal, NU Belum Tetapkan 1 Syawal
NU Online · Kamis, 25 Agustus 2011 | 01:08 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A. Ghazalie Masroeri menegaskan, NU belum menetapkan tanggal 1 Syawal 1432 Hijriyah. Penetapan baru akan dilakukan setelah diadakan rukyatul hilal di beberapa titik strategis di Indonesia pada 29 Ramadhan nanti. Itu pun masih harus dilaporkan terlebih dahulu dalam sidang itsbat di kantor pusat Kementerian Agama Jakarta.
Hal ini ditegaskannya menanggapi pertanyaan masyarakat mengenai kapan jatuhnya tanggal 1 Syawal 1432 H atau hari raya Idul Fitri, mengingat beberapa ormas lain telah mengungumkan tanggal 1 Syawal. Menurutnya, NU mendasarkan penetapan awal bulan hijriyah pada rukyatul hilal sebagaimanya diperintahkan oleh Rasulullah SAW.<>
"Data hisab yang bahkan telah kita hitung sejak dua tahun yang lalu dan telah dituangkan dalam Almanak PBNU 2011 hanyalah sebagai pemandu pelaksanaan rukyat atau observasi lapangan. Menurut NU, hisab hanya sebagai pemandu, bukan penentu," kata Kiai Ghazalie kepada NU Online di Jakarta, Rabu (24/8).
Berdasarkan data hisab dalam Almanak PBNU 2011, posisi hilal masih dinyatakan belum memenuh kriteria imkanur rukyat atau bisa dilihat pada saat dilakukan pengamatan pada 29 Ramadhan nanti. Namun ini tetap harus dibuktikan dalam rukyatul hilal nanti.
"Kegiatan rukyatul hilal ini kita lakukan setiap bulan. Untuk penentuan awal Syawal ini kita lakukan di sekitar 90 titik di seluruh Indonesia. Rukyat bukan semata kegiatan yang ilmiah untuk menguji teori (hisab: Red), tetapi juga bernilai ibadah," pungkas Kiai Ghazalie.
Penulis: A. Khoirul Anam
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Seni Berlapang Dada di Tengah Ujian Kehidupan dari Imam al-Qusyairi
2
Khutbah Jumat: Menata Hati di Tengah Zaman Penuh Fitnah
3
Khutbah Jumat: Keutamaan Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh
4
Harga Barang Naik, Rakyat Menjerit: Di Mana Letak Tawakal dan Kritik Kebijakan?
5
Tiga Peserta Meninggal, Amnesty Minta Latsarmil Pengelola Kopdes Dihentikan
6
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan Abdurrahman bin Auf dalam Membangun Bisnis yang Berkah
Terkini
Lihat Semua