Umat Islam Perlu Bersikap Arif atas Pernyataan Maaf Paus
NU Online · Rabu, 20 September 2006 | 11:40 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr Maskuri Abdillah meminta agar umat Islam khususnya di Indonesia bersikap arif menerima pernyataan maaf Paus Benediktus XVI atas pidatonya, 12 September lalu, sehingga tidak memunculkan rekasi yang mengarah pada tindakan anarkis.
“Sebagai umat Islam, kita patut menerima pernyataan maaf Paus (Benediktus XVI) tersebut. Apalagi umat katolik di Inodonesia juga sudah menyatakan permintaan maaf yang tulus atas pernyataan Paus,” ungkap Maskuri Abdillah kepada NU Online di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, 164 Jakarta, Rabu (20/9).
<>Pembantu Rektor UIN Jakarta itu juga merasa optimis dengan sikap yang ditunjukkan NU dan Muhammadiyah. menurutnya, sikap kedua ormas keagamaan terbesar di Indonesia itu akan diiukti oleh sejumlah kelompok yang tidak puas atas permintaan maaf tulus Paus.“Saya kira dengan adanya sikap yang ditunjukkan NU dan Muhammadiyah untuk menerima permintaan maaf Paus, maka itu sudah cukup mewakili sehingga tidak perlu bagi sejumlah pihak (kelompok yang tidak puas) misalnya untuk melakukan tindakan anarkis yang akhirnya merugikan kita semua,” terangnya.
Kontroversi dan reaksi atas Paus Benediktus XVI muncul menyusul pernyataannya dalam kuliah umum di Universitas Regensburg, Bavaria, Jerman, 12 September lalu, saat Paus menelaah perbedaan Islam dan Kristen secara historis dan filosofis, dan hubungan kekerasan dengan agama.
Paus Benediktus XVI kemudian secara implisit menyebutkan keterkaitan Islam dengan kekerasan, khususnya dengan jihad atau perang suci.
Paus juga mengutip pernyataan Kaisar Bizantium, Manuel II Palaeologos ((1341-1391) saat berdialog dengan seorang Persia terpelajar yang menyatakan bahwa inovasi yang diperkenalkan oleh Nabi Muhammad adalah kejahatan dan tidak berperikemanusiaan (evil and inhuman). (dar)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua