Kiai Said Aqil Tegaskan NU Harus Jadi Ruang Tumbuhnya Ilmu Pengetahuan dan Pembinaan Umat
Rabu, 18 Maret 2026 | 12:00 WIB
Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siroj (kiri) di Gedung Serbaguna Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (16/3/2026). (Foto: Dok MWCNU Curug-Ist)
Tangerang Selatan, NU Online
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama harus menjadi ruang tumbuhnya ilmu pengetahuan sekaligus pembinaan umat agar tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
"Pembinaan umat agar (NU) tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan," imbuh ketua umum PBNU masa khidmah 2010-2021 itu, sebagaimana dikutip NU Online Banten.
Menurutnya, organisasi besar seperti NU memiliki peran strategis dalam memperkuat keimanan sekaligus mengembangkan keilmuan di tengah masyarakat. Hal ini penting agar umat memiliki bekal yang cukup dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara keimanan dan keilmuan dalam kehidupan umat Islam. Keduanya, kata dia, harus berjalan beriringan agar manusia mampu menentukan jalan hidup yang benar.
"Manusia memiliki potensi kebaikan dan keburukan. Karena itu, manusia dituntut untuk mampu mengendalikan diri agar tetap berada pada jalan ketakwaan," ujarnya.
Kiai Said menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki dua potensi, yakni kufur dan takwa. Oleh karena itu, keimanan perlu diperkuat dengan ilmu agar seseorang mampu memilih jalan yang benar dalam kehidupannya.
Baca selengkapnya di sini.