Daerah

Banjir Rendam Sejumlah Gampong di Pidie Jaya, Dayah Milik Rais Suriyah PCNU Terdampak

Ahad, 1 November 2026 | 13:00 WIB

Banjir Rendam Sejumlah Gampong di Pidie Jaya, Dayah Milik Rais Suriyah PCNU Terdampak

Banjir di Pidie Jaya Aceh, Sabtu (31/11/2026) (Foto warga)

Pidie Jaya, NU Online

Banjir melanda sejumlah gampong di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, setelah debit air Krueng Meureudu dan Krueng Beuracan meningkat akibat hujan deras yang mengguyur kawasan hulu sejak Sabtu (31/10/2026) sore hingga malam. Salah satu wilayah terdampak adalah Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, termasuk kompleks Dayah Ribatul Muta’allimin Al-Aziziyah milik Rais Syuriah PCNU Pidie Jaya, Abiya Yusri.

 

Abiya Yusri menyampaikan keprihatinannya atas banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pidie Jaya, terutama karena lingkungan pesantren yang dipimpinnya turut terdampak luapan air.

 

"Musibah banjir ini menjadi keprihatinan kita bersama. Sejumlah wilayah di Pidie Jaya terdampak, termasuk Dayah Ribatul Muta’allimin Al-Aziziyah di Gampong Dayah Usen. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius karena dayah merupakan tempat pendidikan dan aktivitas para santri," ungkap Abiya Yusri.

 

Menurutnya, keselamatan masyarakat dan para santri harus menjadi perhatian utama. Ia berharap pemerintah, masyarakat, serta berbagai elemen sosial dapat bersinergi membantu warga dan lembaga pendidikan dayah yang terdampak banjir.

 

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Meureudu, Tgk Nuruzzahri, juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul kenaikan debit air sungai.

 

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di kawasan rawan banjir dan sepanjang aliran sungai, agar tetap waspada. Jangan menunggu air semakin tinggi untuk melakukan langkah antisipasi. Keselamatan keluarga, anak-anak, dan masyarakat harus menjadi prioritas," ujarnya.

 

Ia juga mengajak masyarakat memperkuat kepedulian sosial dengan saling membantu warga terdampak. Menurutnya, koordinasi antara aparatur gampong, pemerintah, relawan, dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi situasi darurat.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun NU Online, luapan air sungai mulai merendam sejumlah gampong di beberapa kecamatan. Di Kecamatan Meureudu, banjir dilaporkan melanda Gampong Rambong, Manyang Cut, dan Beurawang. Sementara itu, di Kecamatan Trienggadeng, Gampong Pulo turut terdampak.

 

Di Kecamatan Meurah Dua, luapan air memasuki Gampong Dayah Usen dan Pante Beureune. Adapun di Kecamatan Bandar Baru, Gampong Sagoe Langgien juga dilaporkan mulai terendam.

 

Informasi mengenai kondisi banjir turut beredar melalui grup WhatsApp masyarakat Pidie Jaya. Sejumlah warga membagikan foto dan video yang memperlihatkan genangan air di kawasan permukiman. Rekaman dari atas jembatan Kota Meureudu juga menunjukkan peningkatan ketinggian air Krueng Meureudu.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, Okta Handipa, M.Arch., membenarkan peningkatan debit air sungai di wilayah tersebut.

 

"Debit air sungai di Pidie Jaya saat ini meningkat, beberapa gampong mulai terendam," kata Okta.

 

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai dan kawasan rawan banjir untuk tetap siaga, mengamankan barang-barang penting, serta mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD.