Daerah

Dilantik, Kepengurusan Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Jatim

Ahad, 29 Juli 2018 | 09:30 WIB

Kediri, NU Online
Kota Kediri menjadi saksi sejarah pengukuhan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Jawa Timur. Kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Almarusiyah Lirboyo tersebut dihadiri sekitar 500 orang. Mereka adalah utusan dari 30  kota dan kabupaten se-Jawa timur. 

Rangkaian pengukuhan diawali pembacaan shalawat, istighatsah dan tahlil yang dipimpin Gus Hadi dari Mojokerto. Tepat pukul 01.30 WIB, acara secara formal dimulai. 

KH Reza Ahmad Zahid yang didaulat sebagai penceramah mengingatkan tentang betapa mulianya berhikmad di Nahdlatul Ulama, termasuk tentunya Rijalul Ansor. “Karena penuh berkah,” kata Gus Reza, Sabtu (28/7). 

Kegiatan selanjutnya adalah konsolidasi organisasi yang diikuti peserta dari berbagai Pimpinan Cabang MDS Rijalul Ansor se-Jatim. 

Pada dialog tersebut menghadirkan H Sholahul Aam Notobuwono selaku Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jatim, juga Gus Wahab yang juga Ketua Pimpinan Wilayah MDS Rijalul Ansor Jatim serta Gus Iing jajaran sebagai Pimpinan Rijalul Ansor Pusat. Dialog dipandu Harits Nu'man sebagai moderator. 

Menurut Gus Aam, panggilan akrab H Sholahul Aam Notobuwono keberadaan MDS Rijalul Ansor adalah untuk menggalakkan shalawat dan majelis dzikir mulai tingkat cabang sampai anak ranting. “Karena inilah yang akan menegaskn perbedaan antara NU dan kalangan lain,” katanya. 

Sebagaimana diketahui saat ini kegiatan yang menjadi ciri khas NU banyak diambil alih kelompok Wahabi. “Seperti yang sedang marak yakni lomba membaca kitab kuning,” jelasnya.

Kegiatan diawali pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan laporan ketua panitia oleh Gus Fattahul Anjab yang juga Sekretaris Rijalul Ansor Jatim. (Ade Nurwahyudi/Ibnu Nawawi)


Terkait