Nasional

Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah

NU Online  Ā·  Rabu, 29 April 2026 | 11:00 WIB

Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah

Yunis (51) saat menceritakan keadaan anaknya pada peristiwa kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur kepada NU Online di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026). (Foto: NU Online/Jannah)

Bekasi, NU Online

Kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rute Listrik (KRL) Commuter Line lintas Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam menyisakan duka mendalam bagi para korban.


Salah satu kisah pilu datang dari Yunis (51), ibu dari Laily (27), yang merupakan korban selamat dalam insiden tersebut.


Yunis mengaku sempat tidak percaya saat pertama kali menerima kabar bahwa putrinya mengalami kecelakaan kereta. Ia bahkan mengira kabar tersebut sebagai modus penipuan.


ā€œDia (korban) telepon saya gitu, dia bilang 'Mama saya kecelakaan ditabrak kereta', tapi saya enggak percaya. Maunya saya kan 'kamu video call coba' gitu, takutnya penipuan kan. Tapi dia kirim foto. Ya sudah baru saya percaya," ujarnya saat ditemui NU Online di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).


Setelah memastikan kondisi putrinya melalui foto, Yunis yang saat itu sedang bekerja di Depok langsung bergegas menuju lokasi. Perjalanan yang ditempuh tidak mudah karena padatnya lalu lintas dan keterbatasan akses transportasi menuju Bekasi Timur.


ā€œSaya akhirnya naik Pondok Cina, naik kereta, terus saya sampai di Manggarai ternyata tidak ada ke Bekasi, akhirnya saya naik ojek motor ke sini,ā€ ucapnya.


Di tengah perjalanan, Yunis menerima kabar bahwa putrinya telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kota Bekasi. Ia mengaku syok saat pertama kali melihat kondisi Laily yang mengalami sejumlah luka akibat insiden tersebut.


ā€œKepalanya di sini (menunjuk di bagian depan kepala) benjol, sempat rambutnya hilang sedikit, ya mungkin kegesrut ya. Terus katanya pusing, dia ada muntah di kereta, jadi keinjak-injak orang,ā€ ujarnya.


Menurut penuturan korban kepada ibunya, benturan keras akibat tabrakan dari belakang membuat tubuhnya terpental hingga terbalik.


ā€œDia (korban) bilang katanya dia kepalanya di bawah dan kakinya tuh naik ke atas semua sama tangannya. Jadi dia kayak kebalik,ā€ ujarnya.


Laily juga sempat terjepit di dalam gerbong bersama puluhan korban lainnya, sehingga proses evakuasi berlangsung sulit dan memakan waktu.


ā€œJadi evakuasi kan susah, lama. Katanya langsung digerinda terus dia dikeluarkan lewat jendela ya,ā€ tutur Yunis.


Saat ini, korban masih menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi. Yunis berharap pemerintah dan PT KAI bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut, termasuk memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung.


ā€œYa, saya sih yang penting anak saya sehat saja gitu, semuanya pengobatan ditanggung ya walaupun memang anaknya punya jaminan kesehatan dari perusahaan tapi kan ini tanggung jawabnya KAI ya,ā€ ujar Yunis.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang