Daerah

Jalan Mulai Tersambung, Tokoh Agama Gayo Serukan Ukhuwah dan Gotong Royong

Senin, 23 Februari 2026 | 12:00 WIB

Jalan Mulai Tersambung, Tokoh Agama Gayo Serukan Ukhuwah dan Gotong Royong

Jembatan Gayo. (Foto: dok warga)

Bener Meriah, NU Online

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh memastikan pembukaan akses jalan pascabencana akhir November 2025 terus menunjukkan perkembangan. Hingga 21 Februari 2026, sekitar 60-70 persen ruas jalan yang sebelumnya terputus kini telah tersambung kembali.


Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, Riswandika Putra, menyampaikan seluruh wilayah yang sempat terisolasi kini sudah dapat diakses, meski sebagian masih terbatas untuk kendaraan roda dua.


“Untuk akses jalan, sekitar 60 sampai 70 persen sudah bisa tersambung,” ujarnya, Sabtu lalu.


Meski demikian, pemerintah daerah masih memberlakukan pembatasan tonase bagi kendaraan roda empat. Kendaraan dengan muatan maksimal 20 ton diperbolehkan melintas, sementara truk kontainer besar belum dapat melalui sejumlah titik yang masih dalam tahap perbaikan.


Beberapa ruas terdampak merupakan lintas nasional dan lintas provinsi sehingga perbaikannya menjadi kewenangan pemerintah pusat dan provinsi. Pemerintah daerah berharap percepatan rehabilitasi segera dilakukan agar mobilitas barang dan jasa kembali normal.


Data per 21 Februari 2026 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 1.648 akses jalan di Bener Meriah mengalami kerusakan dan 649 jembatan terdampak. Selain itu, 1.411 rumah rusak, terdiri dari 854 rusak berat, 186 rusak sedang, dan 371 rusak ringan.


Tokoh Agama Ajak Perkuat Kesabaran

Bencana di wilayah Dataran Tinggi Gayo itu tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memukul kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Sebagian warga masih bertahan di hunian sementara sambil menunggu perbaikan rumah dan fasilitas umum.


Tokoh agama Dataran Tinggi Gayo, Tgk Mursyidin, mengajak masyarakat tetap bersabar dan menjaga kebersamaan dalam menghadapi ujian tersebut.


“Musibah ini adalah ujian sekaligus kesempatan memperkuat ukhuwah dan gotong royong. Jangan sampai kesulitan memutus silaturahmi atau menumbuhkan saling curiga,” ujarnya kepada NU Online, Ahad (22/2/2026).


Ia menilai percepatan pembukaan akses jalan patut disyukuri karena menjadi urat nadi kehidupan masyarakat, terutama bagi petani kopi dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada distribusi hasil bumi.


Tgk Mursyidin juga mendorong agar bantuan perbaikan rumah dan jembatan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran guna mencegah polemik di tengah masyarakat.


Saat ini, pemulihan memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, relawan, dan masyarakat terus bergotong royong membersihkan material longsor serta memperbaiki infrastruktur.


“Ketika pemerintah bekerja dan masyarakat mendukung, insyaallah daerah ini akan bangkit lebih kuat,” katanya.


Menjelang Ramadhan, masyarakat berharap perbaikan akses jalan dan fasilitas umum segera tuntas agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan ibadah kembali berjalan normal di Dataran Tinggi Gayo.