Daerah

Jamaah Mulai Masuk Asrama Haji, Ansor Aceh Ingatkan Pelayanan Total untuk Tamu Allah

Rabu, 6 Mei 2026 | 11:45 WIB

Jamaah Mulai Masuk Asrama Haji, Ansor Aceh Ingatkan Pelayanan Total untuk Tamu Allah

Petugas haji Aceh pada musim haji 2026 (Foto: Setda Aceh)

Banda Aceh, NU Online

Jamaah haji asal Aceh mulai memasuki Asrama Haji Embarkasi Aceh sejak Selasa (5/5/2026), menandai dimulainya rangkaian pemberangkatan menuju Tanah Suci. Tahun ini, sebanyak 5.426 jamaah yang terbagi dalam 14 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan berangkat secara bertahap hingga 20 Mei 2026.

 

Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Kelas I Aceh, Irsyadi, menegaskan bahwa pelayanan menjadi kunci utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, seluruh petugas harus menempatkan diri sebagai pelayan bagi jamaah demi memastikan kenyamanan dan kelancaran ibadah.

 

“Kunci dari haji adalah melayani. Semua petugas harus benar-benar memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, pelayanan yang diberikan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencakup aspek kemanusiaan seperti pendampingan, perhatian terhadap kondisi kesehatan, serta bantuan bagi jemaah lanjut usia. Koordinasi antarpetugas juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional selama musim haji berlangsung.

 

Irsyadi memastikan berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari kesiapan fasilitas, akomodasi, hingga layanan kesehatan di lingkungan asrama haji. Ia berharap seluruh proses berjalan lancar dan memberikan pengalaman terbaik bagi para jemaah.


Kloter pertama yang berjumlah 393 jamaah dijadwalkan berangkat menuju Arab Saudi pada Rabu (6/5/2026) dini hari pukul 01.05 WIB, setelah masuk asrama pada pagi hari.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Aceh, H. Azwar A. Gani, yang pernah bertugas sebagai petugas haji, menekankan bahwa pelayanan kepada jamaah harus dilandasi dengan keikhlasan dan tanggung jawab moral.


“Petugas haji bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi mengemban amanah besar dalam melayani tamu Allah. Ini harus dilakukan dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan empati,” ujarnya.

 

Menurutnya, pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa tantangan terbesar dalam pelayanan kepada jamaah haji bukan hanya soal teknis, tetapi bagaimana menghadirkan rasa nyaman dan ketenangan bagi jemaah, terutama bagi mereka yang lanjut usia atau pertama kali menunaikan ibadah haji.


Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan spiritual petugas dalam menghadapi dinamika di lapangan.


“Jamaah datang dengan berbagai kondisi, ada yang sehat, ada yang butuh pendampingan ekstra. Di sinilah peran petugas diuji, bukan hanya sebagai pelayan, tetapi juga sebagai sahabat dan penolong,” tambahnya.

 

Azwar menilai, masuknya jemaah ke asrama haji menjadi fase penting dalam membangun kesiapan ibadah. Karena itu, suasana yang kondusif, pelayanan yang ramah, serta perhatian terhadap kebutuhan jamaah harus menjadi prioritas utama.


Ia berharap seluruh rangkaian penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman ibadah yang khusyuk bagi seluruh jamaah Aceh.


“Kita semua berharap jamaah berangkat dengan tenang, menjalankan ibadah dengan khusyuk, dan kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur,” pungkasnya.