Banjar, NU Online
Dalam hal menuntut ilmu dan berkhidmah menapaki jejak para ulama terdahulu memang tidak ada telatnya. Salah satunya yang dilakukan oleh Kepala Desa Karyamukti Ajat Sudrajat yang dengan penuh semangat mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) PAC Ansor Kecamatan Langensari.
Ajat terlihat antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejujuran Nahdlatul Ulama (SMK NU) Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Sabtu (10/2).
(Baca: Seni Hadrah Hibur Peserta PKD Ansor Langensari)
Salah satu narasumber Hasim dari PCNU Kota Banjar menjelaskan bahwa paham Ahlussunah wal Jamaah harus dipahami dan dijalankan baik-baik.
"Jangan hanya mengaku ahli sunah, namun tidak menjalankan khitah sesuai orang NU. Selalu mengerjakan perbuatan yang dilakukan oleh Rasulullah," ujarnya.
Setiap saat harus selalu berperilaku sesuai dengan kultur NU, apalagi sebagai Nahdliyin hendaknya senang dengan hal yang sifatnya berjamaah.
"Jangan sampai ngaku orang NU tapi shalatnya tidak berjamaah," tukasnya.
Kader Ansor, lanjut Hasim, juga harus cinta kepada tanah air, sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh KH Wahab Chasbullah yang tertuang dalam lagu yang diciptakannya yaitu Ya lal Wathon.
Dalam lagu tersebut terkandung kalimat "Hubbul wathon minal iman." Kalimat itu menyiratkan sebuah pesan yang mendalam terkait pentingnya menjaga kedaulatan negara.
Mantan Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Kota Banjar, Mubarir dalam kesempatan yang sama juga ikut serta menyampaikan materi terkait ke-NU-an. Dia menjelaskan bahwa sebagai orang NU harus berani berpolitik, kelak setelah menjadi orang yang mempunyai kewenangan mengambil kebijakan semestinya mengambil kebijakan untuk kemaslahatan umat.
Dia menjelaskan bahwasanya NU memang organisasi keagamaan, namun dalam kiprah memperjuangkan kemerdekaan NKRI, NU selalu siap berdiri dibarisan terdepan. Bahkan rela mengorbankan nyawa demi berdirinya Negara tercinta yang penuh dengan keindahan ini.
Lebih penting lagi, sebagai kader NU jangan sampai tidak tahu struktur organisasi.
"Sebagai Nahdliyin juga harus militan dan jangan mudah terbawa arus. Ppeserta tidak cukup kalau hanya belajar di PKD saja," tegasnya. (Wahyu Akanam/Kendi Setiawan)