Daerah

Jadi Awal Pengabdian, 412 Santri Mahad Aly Darul Munawwarah Kuta Krueng Pidie Jaya Diwisuda

NU Online  ·  Ahad, 20 September 2026 | 15:00 WIB

Jadi Awal Pengabdian, 412 Santri Mahad Aly Darul Munawwarah Kuta Krueng Pidie Jaya Diwisuda

Wisuda IV Ma'had Aly Darul Munawwarah Kuta Krueng, Ulee Glee, Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (19/9/2026) (Foto: Humas Ma'had Aly Munawwarah)

Pidie Jaya, NU Online

Sebanyak 412 santri mengikuti Wisuda IV Ma’had Aly Darul Munawwarah Kuta Krueng, Ulee Glee, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (19/9/2026). Prosesi wisuda berlangsung di Kompleks Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng dengan dihadiri para santri, keluarga, dewan guru, serta tamu undangan. Para wisudawan berasal dari tiga jenjang pendidikan, yakni SPM Ulya, Tahfiz, dan Ma’had Aly.

 

Dari total 412 santri yang diwisuda, sebanyak 307 orang merupakan lulusan SPM Ulya, 35 santri program Tahfiz, dan 70 orang lulusan Ma’had Aly.

 

Mudir Ma’had Aly Darul Munawwarah Kuta Krueng, Tgk H Anwar Usman atau akrab disapa Abiya Kuta Krueng, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan tahapan pendidikan.

 

“Selamat atas Wisuda Santri Angkatan 5 dan 6 Ma’had Aly Darul Munawwarah Kuta Krueng,” kata Abiya Kuta Krueng.

 

Menurutnya, wisuda bukan merupakan titik akhir perjalanan pendidikan seorang santri. Momentum tersebut justru menjadi awal untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di dayah.

 

“Hari ini bukanlah akhir dari perjalanan kita, tetapi awal dari pengabdian,” ujarnya.

 

Abiya Kuta Krueng mengingatkan para lulusan bahwa ilmu yang diperoleh selama berada di lingkungan pendidikan memiliki tanggung jawab sosial. Ilmu tidak seharusnya berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian dan kemanfaatan bagi masyarakat.

 

“Ilmu yang kalian peroleh bukan sekadar untuk mengubah kehidupan diri sendiri, melainkan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama,” katanya.

 

Ia juga berpesan agar para alumni memiliki karakter kuat ketika kembali ke tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, lulusan dayah tidak cukup hanya menguasai pengetahuan keagamaan, tetapi juga harus memiliki integritas dan keberanian mengambil peran dalam kehidupan sosial.

 

“Jadilah insan yang berilmu, berintegritas, dan berani mengambil peran,” pesannya.

 

Wisuda sebagai Awal Perjalanan

Abiya Kuta Krueng menambahkan, keberhasilan seorang santri tidak semata-mata diukur dari pencapaian pribadi, jabatan, atau seberapa jauh perjalanan yang ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan.

 

Lebih dari itu, keberhasilan dapat dilihat dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain dan kebaikan yang mampu diwariskan di tengah masyarakat. “Karena ukuran keberhasilan kita bukan hanya seberapa tinggi dan jauh kita melangkah, tetapi seberapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan,” pungkasnya.

 

Wisuda IV Ma’had Aly Darul Munawwarah Kuta Krueng menjadi momentum pelepasan para santri menuju fase pengabdian berikutnya.

 

Sebagian lulusan diharapkan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, sementara sebagian lainnya mulai mengambil peran dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

 

Dengan bekal pendidikan dayah, tahfiz, dan kajian keislaman yang telah ditempuh, para alumni diharapkan mampu menjaga nilai-nilai yang ditanamkan selama berada di Darul Munawwarah.

 

Alumni Dayah dan Tantangan Pengabdian

Pesan tentang pentingnya pengabdian tersebut juga mendapat penguatan dari Wakil Ketua PWNU Aceh, Tgk H Iskandar Zulkarnaen.

 

Ia mengatakan, pendidikan dayah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan keilmuan, tetapi juga karakter dan kepedulian sosial.

 

Menurutnya, para alumni dayah memiliki bekal keilmuan yang dapat menjadi modal untuk mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat. “Alumni dayah jangan hanya menjadi orang yang selesai belajar, tetapi harus menjadi orang yang terus belajar dan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujarnya. 

 

Ia menilai tantangan masyarakat terus berkembang sehingga lulusan dayah perlu mampu menerjemahkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan nyata. “Ilmu yang diperoleh di dayah harus menjadi cahaya dalam kehidupan, baik bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat,” katanya.

 

Tgk. H Iskandar juga mengapresiasi keberadaan Ma’had Aly Darul Munawwarah Kuta Krueng yang terus memberikan ruang bagi generasi muda untuk memperdalam ilmu keislaman sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi dinamika kehidupan masyarakat.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang