Konferwil XV NU Aceh Dibuka Ahad 15 Februari 2026, Angkat Isu Kesadaran Ekologis Umat
Sabtu, 14 Februari 2026 | 23:00 WIB
Banda Aceh, NU Online
Konferensi Wilayah (Konferwil) XV Nahdlatul Ulama Aceh diagendakan digelar pada Ahad-Senin, 15-16 Februari 2026 di Aula Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Banda Aceh. Forum lima tahunan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh ini menjadi momentum strategis dalam menentukan arah kepemimpinan NU Aceh periode 2026–2031.
Mengusung tema Melalui Konferwil NU Aceh XV Membangun Kesadaran Ekologis Umat, kegiatan tersebut menegaskan komitmen NU Aceh dalam merespons isu-isu lingkungan hidup sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan dan sosial. Di tengah berbagai persoalan ekologis dan bencana yang melanda sejumlah wilayah Aceh, peran ulama dinilai penting dalam membangun kesadaran kolektif umat untuk menjaga kelestarian alam.
Ketua Panitia, Tgk H Amirullah Ja’far, Sabtu,(14/2/2026) memastikan seluruh persiapan telah rampung. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat dan menjaga suasana persaudaraan.
“Konferwil ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi forum musyawarah untuk merumuskan arah perjuangan lima tahun ke depan,” ujarnya.
Dinamika organisasi menjelang pembukaan semakin terasa dengan munculnya sejumlah nama calon anggota Ahlul Halli wal ‘Aqdi (Ahwa) yang nantinya akan memilih Rais Syuriyah PWNU Aceh. Dari tujuh anggota Ahwa terpilih, satu di antaranya akan ditetapkan sebagai Rais Syuriyah, kemudian bersama Ahwa akan memilih Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh periode 2026–2031.
Konferwil XV juga menjadi ruang evaluasi program kerja serta penyusunan rekomendasi strategis di bidang pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, hingga penguatan peran ulama dalam menjaga harmoni sosial di Aceh. Agenda Bahtsul Masail yang dikoordinasikan LBM PWNU Aceh turut menjadi bagian penting dalam merespons persoalan keagamaan kontemporer.
Utusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Aceh Utara, Abati Mukhtar, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menyukseskan Konferwil XV. Ia menegaskan bahwa PCNU Aceh Utara hadir dengan semangat memperkuat konsolidasi organisasi dan ukhuwah nahdliyah.
“Kami siap menyukseskan Konferwil ini dengan penuh tanggung jawab. Momentum ini harus melahirkan kepemimpinan yang amanah, visioner, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Tgk T Zulfadli atau akrab disapa Waled Landeng, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh yang pernah mengemban amanah Ketua PCNU Aceh Utara. Ia menilai Konferwil XV sebagai tonggak penting dalam memperkuat peran NU di tengah dinamika sosial dan politik daerah.
Menurutnya, NU harus terus hadir sebagai penyejuk dan penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, sekaligus responsif terhadap isu strategis seperti lingkungan hidup, pemberdayaan ekonomi umat, dan penguatan pendidikan keagamaan.
“NU Aceh memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing umat dan menjaga harmoni sosial. Konferwil ini diharapkan melahirkan kepemimpinan yang mampu merawat tradisi sekaligus membaca tantangan masa depan,” kata Waled Landeng.
Lebih lanjut Waled menambahkan fengan dukungan berbagai cabang, termasuk PCNU Aceh Utara, Konferwil XV diharapkan menjadi ajang konsolidasi besar keluarga Nahdliyin Aceh.
"Selain memilih kepemimpinan baru, forum ini juga diproyeksikan mempertegas komitmen Nahdlatul Ulama dalam membangun peradaban religius yang berwawasan ekologis di Bumi Serambi Makkah," pintanya.