Nahdliyin Japakeh Gotong Royong Bersihkan Dayah Terdampak Banjir Bandang di Pidie Jaya
Selasa, 6 Januari 2026 | 20:00 WIB
Salah satu dayah yang menjadi sasaran kegiatan adalah Dayah Irsyadul Ulum Al-Aziziyah Meurah Dua. (Foto: NU Online/Helmi Abu Bakar)
Pidie Jaya, NU Online
Warga NU Japakeh, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan menggelar aksi gotong royong membersihkan sejumlah dayah yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya. Selain kerja bakti, warga juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada pengelola dayah yang terdampak cukup parah.
Ketua Karteker Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pidie Jaya, Tgk. H. Asnawi M. Amin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga Nahdliyin atas partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Sejak pagi hari, puluhan warga NU bersama badan otonom (Banom), termasuk Bagana dan relawan, turun langsung ke lokasi dengan membawa peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, sapu, dan ember untuk membersihkan lumpur yang masih menumpuk di ruang belajar, asrama santri, serta halaman dayah.
Salah satu dayah yang menjadi sasaran kegiatan adalah Dayah Irsyadul Ulum Al-Aziziyah Meurah Dua. Lembaga pendidikan keagamaan ini mengalami dampak cukup parah akibat banjir bandang.
Dayah tersebut kini diasuh oleh Tgk. Mursalin, menantu almarhum Abi Rusydi, Rais Syuriah PCNU Pidie Jaya, yang bersama para santri dan dewan guru masih berupaya memulihkan aktivitas pendidikan pascabencana.
Tgk. Asnawi, Senin (5/1/2026), mengatakan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk khidmah warga Nahdliyin terhadap dayah-dayah yang selama ini menjadi benteng pendidikan Islam dan pengkaderan ulama di Aceh. Menurutnya, membersihkan dayah bukan sekadar kerja fisik, melainkan wujud tanggung jawab moral dan sosial warga NU.
“Warga Nahdliyin Japakeh hadir untuk membantu meringankan beban dayah yang terdampak. Dayah adalah pusat pendidikan dan pembinaan akhlak umat, sehingga sudah sepatutnya kita bergotong royong menjaga dan memulihkannya,” ujar Tgk. Asnawi di sela kegiatan.
Selain membersihkan lingkungan dayah, warga NU Japakeh juga menyerahkan bantuan berupa bahan makanan, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan dasar lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan santri dan pengelola dayah selama masa pemulihan.
Pimpinan Dayah Irsyadul Ulum Al-Aziziyah Meurah Dua, Tgk. Mursalin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta kepedulian warga Nahdliyin Japakeh. Ia mengungkapkan bahwa pascabanjir, kondisi dayah masih memerlukan banyak bantuan, baik tenaga maupun dukungan logistik.
“Kehadiran warga NU sangat membantu dan menjadi penyemangat bagi kami. Ini menjadi bukti bahwa dayah tidak berjalan sendiri dalam menghadapi musibah,” tuturnya.
Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan berbagai unsur warga Nahdliyin, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga santri. Mereka bekerja bahu-membahu membersihkan sisa lumpur, diselingi doa bersama agar proses pemulihan dapat berjalan lancar.
Tgk. Asnawi menambahkan, aksi serupa akan terus dilakukan di dayah-dayah lain yang terdampak banjir di Pidie Jaya dan sekitarnya. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat serta pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terhadap pemulihan lembaga pendidikan keagamaan pascabencana.
Aksi kemanusiaan warga Nahdliyin Japakeh ini mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dijaga Nahdlatul Ulama dalam mendampingi dayah dan masyarakat yang sedang tertimpa musibah.