NU Aceh Utara Suarakan Kepedulian, 19.236 Pengungsi Banjir Masih Menanti Huntara Jelang Lebaran
Selasa, 3 Maret 2026 | 10:30 WIB
Ilustrasi pembangunan hunian sementara warga terdampak banjir di Bireuen, Aceh. (Foto: dok istimewa)
Aceh Utara, NU Online
Sebanyak 19.236 jiwa korban banjir di Kabupaten Aceh Utara hingga Jumat (28/2/2026) pukul 10.00 WIB masih bertahan di lokasi pengungsian. Para penyintas yang berasal dari 10 kecamatan tersebut tercatat sebanyak 5.269 kepala keluarga (KK) dan hingga kini menunggu relokasi ke hunian sementara (huntara).
Berdasarkan rekapitulasi laporan penanganan bencana, Kecamatan Langkahan menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 12.824 jiwa (3.476 KK). Disusul Kecamatan Sawang sebanyak 2.155 jiwa (609 KK), Tanah Jambo Aye 936 jiwa (312 KK), Muara Batu 1.188 jiwa (290 KK), Lapang 781 jiwa (207 KK), dan Seunuddon 663 jiwa (187 KK).
Selanjutnya, Kecamatan Dewantara mencatat 386 jiwa (120 KK), Cot Girek 162 jiwa (45 KK), Baktiya 125 jiwa (19 KK), serta Nibong 16 jiwa (4 KK).
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Utara, Fauzan MAP, menjelaskan para pengungsi tersebar di berbagai lokasi. Sebagian tinggal di tenda darurat yang didirikan di sekitar bekas rumah, sebagian lainnya berteduh di bangunan sementara atau menumpang di rumah keluarga.
“Mereka mengungsi di tenda yang didirikan di bekas rumah atau rumah yang dibuat untuk berteduh sambil menunggu ke huntara. Ada juga yang tinggal di rumah keluarga,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menargetkan para korban dapat menempati huntara sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Percepatan pembangunan dan penempatan huntara terus dikoordinasikan agar warga tidak berlama-lama tinggal di tenda darurat, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran.
Di tengah kondisi tersebut, NU Aceh Utara menyuarakan kepedulian terhadap nasib para pengungsi. Koordinator bantuan PCNU Aceh Utara, Abati Mukhtar, mengatakan pihaknya terus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.
“Kami terus mengupayakan bantuan, baik kebutuhan pokok maupun dukungan lainnya. Kami berharap para pengungsi mendapat perhatian serius dari pemerintah agar segera menempati hunian yang lebih layak,” ujarnya.
Menurut Abati, kondisi pengungsian yang cukup lama memerlukan penanganan komprehensif. Selain kebutuhan logistik seperti bahan pangan, air bersih, dan layanan kesehatan, para pengungsi juga membutuhkan kepastian tempat tinggal yang aman dan bermartabat.
Secara keseluruhan, banjir di Aceh Utara berdampak pada ratusan gampong dengan jumlah warga terdampak mencapai ratusan ribu jiwa pada fase awal kejadian. Hingga kini, proses pemulihan masih berlangsung, sementara ribuan warga masih menanti kepastian relokasi ke hunian sementara.
Dengan target relokasi sebelum Lebaran, pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan para penyintas menyambut Idul Fitri di hunian yang lebih layak. NU Aceh Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan mengawal perhatian terhadap para pengungsi hingga mereka memperoleh tempat tinggal yang aman dan manusiawi.