Jakarta, NU Online
Pada Bulan Juni 2026 ini, ada sejumlah puasa sunnah yang dapat dilaksanakan umat Muslim, yaitu puasa sunnah Ayyamul Bidh, hari Senin dan Kamis, Asyhurul Hurum di bulan Dzulhijjah dan Muharram.
Puasa ayyamul bidh
Puasa sunnah yang dapat dilaksanakan umat Muslim setiap bulannya adalah puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini juga memiliki sejumlah keutamaan.
Hal ini sebagaimana ditulis Ustadz Ahmad Muntaha dalam artikelnya berjudul Tata Cara Puasa Ayyamul Bidl: Hukum, Keutamaan, dan Niat yang dikutip NU Online pada Rabu (3/6/2026).
Perlu diketahui, ayyamul bidh berarti hari-hari cerah, yaitu hari yang malamnya disinari bulan purnama. Hari-hari tersebut jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 di setiap bulan Hijriah. Di bulan keenam ini, puasa tiga hari ini dapat dilaksanakan pada 1 Juni 2026 untuk tanggal 15 Dzulhijjah 1447 H, 29-30 Juni 2026 untuk tanggal 13 dan 14 Muharram 1448 H.
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas, puasa di ayyamul bidh dihukumi sunnah muakkad, sebuah amalan yang sangat dianjurkan. “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah (ayyamul bidh) baik di rumah maupun dalam bepergian’.” (HR an-Nasa’i dengan sanad hasan).
Puasa ayyamul bidh memiliki fadilah yang luar biasa, yakni seperti puasa sepanjang tahun bagi yang dapat melaksanakannya selama tiga hari. Hal tersebut sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan Abudzar ra.
Disebutkannya, Nabi Muhammad saw. bersabda: ‘Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut: ‘Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya’ [QS al-An’am: 160]. Satu hari sama dengan 10 hari’.” (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi. Ia berkata: “Hadits ini hasan.” Ibnu Majah juga menilainya sebagai hadits shahih dari jalur riwayat Abu Hurairah ra). Hal demikian sebagaimana termaktub dalam kitab I'anatut Thalibin.
Puasa asyhurul hurum
Bulan Dzulhijjah dan Muharram merupakan salah satu bulan mulia (asyhurul hurum). Puasa di bulan mulia ini sangat dianjurkan sesuai hadits Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan Imam Muslim sebagaimana dikutip Ustadz Ahmad Muntaha dalam artikel Panduan Puasa Rajab: Ketentuan, Niat, dan Keutamaannya. Berikut hadits yang dimaksud.
“Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan-bulan yang dimuliakan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), maka ia akan mendapat pahala puasa 30 hari.”
Puasa Senin-Kamis
Ada sejumlah keutamaan yang bisa diperoleh dari puasa pada hari Senin dan Kamis. Ustadz Muhammad Abror dalam artikel berjudul Tata Cara Puasa Senin-Kamis: Niat, Waktu, dan Keutamaannya mengungkapkan berbagai macam keutamaannya itu.
Puasa pada Hari Senin dapat dilaksanakan oleh umat muslim mulai Senin, 1 Juni 2026, sedangkan puasa Kamis dapat mulai dilaksanakan pada Kamis, 4 Juni 2026.
Adapun keutamaan dari puasa di Hari Senin dan Kamis adalah sebagai berikut.
Puasa yang selalu dilakukan oleh Rasulullah. Disampaikan oleh Siti ‘Aisyah radhiyallu ‘anha, bahwasanya Nabi senantiasa puasa di hari Senin dan Kamis. “Nabi ﷺ selalu menjaga puasa Senin dan Kamis” (HR Tirmidzi dan Ahmad).
Hari di mana amal manusia akan disetorkan. Oleh sebab itu, menjalankan sunnah berpuasa pada Haru Senin dan Kamis menjadi suatu amal kebaikan jika amal seorang muslim dilaporkan dalam keadaan berpuasa. Rasulullah saw bersabda, “Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa” (HR Tirmidzi).
Pintu surga dibuka pada Hari Senin dan Kamis. Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah saw. “Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan." (HR Muslim, No. 4652).
Khusus Hari Senin, merupakan hari lahir sekaligus hari wafat Rasulullah saw. Saat ditanya alasan di balik berpuasa di hari tersebut, Nabi menjawab bahwa hari itu merupakan waktu kelahirannya dan saat kali pertama menerima wahyu.
Puasa tasu'a dan asyura
Pada tanggal 9 dan 10 Muharram, umat Islam juga dianjurkan untuk berpuasa tasu'a dan asyura. Puasa ini dianjurkan Nabi Muhammad saw dengan keutamaan dapat menghapus dosa setahun lalu.
Jadwal puasa sunnah bulan Juni 2026
Dari penjabaran di atas, maka umat Islam dapat melaksanakan puasa-puasa sunnah di sepanjang Bulan Juni 2026 ini dengan jadwal sebagai berikut:
1-30 Juni 2026 M / 15 Dzulhijjah 1447 H-14 Muharram 1448 H - Puasa Sunnah Asyhurul Hurum Dzulhijjah dan Muharram
- Senin, 1 Juni 2026/15 Dzulhijjah 1447 H - Puasa Sunnah Ayyamul Bidh dan Senin
- Kamis, 4 Juni 2026/18 Dzulhijjah 1447 H - Puasa Sunnah Kamis
- Senin, 8 Juni 2026/22 Dzulhijjah 1447 H - Puasa Sunnah Senin
- Kamis, 11 Juni 2026/25 Dzulhijjah 1447 H - Puasa Sunnah Kamis
- Senin, 15 Juni 2026/29 Dzulhijjah 1447 H - Puasa Sunnah Senin
- Kamis, 18 Juni 2026/2 Muharram 1448 H - Puasa Sunnah Kamis
- Senin, 22 Juni 2026/6 Muharram 1448 H - Puasa Sunnah Senin
- Kamis, 25 Juni 2026/9 Muharram 1448 H - Puasa Sunnah Tasu'a dan Kamis
- Jumat, 26 Juni 2026/10 Muharram 1448 H - Puasa Sunnah Asyura
- Senin, 29 Juni 2026/13 Muharram 1448 H - Puasa Sunnah Ayyamul Bidh dan Senin
- Selasa, 30 Juni 2026/14 Muharram 1448 H - Puasa Sunnah Ayyamul Bidh
Terpopuler
1
Innalillah Sesepuh Buntet Pesantren dan Rais Syuriyah PBNU KH Adib Rofiuddin Izza Meninggal Dunia
2
Hakim Praperadilan Putuskan Polda Metro Jaya Lanjutkan Proses Hukum Andrie Yunus
3
Ketum PBNU: Kiai Adib Mewakafkan Diri untuk Jam'iyyah dan Jamaah
4
Pemulangan Jamaah Haji Indonesia Dimulai 1 Juni 2026
5
Copot Dadan Hindayana, Presiden Prabowo Tunjuk Naniek S Deyang Jadi Kepala BGN
6
Kiai Miftah: Ada Kasih Sayang Allah di setiap Ujian Hidup Manusia
Terkini
Lihat Semua