Daerah

Pascabencana, KBM SMAN 1 Batang Anai Sumbar Tempati Sekolah Darurat

Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:40 WIB

Pascabencana, KBM SMAN 1 Batang Anai Sumbar Tempati Sekolah Darurat

Siswa siswi SMAN 1 Batang Anai mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah darurat. (Foto: Zubaidah)

Jakarta, NU Online

Menjelang bulan suci Ramadhan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah darurat tetap diselenggarakan di daerah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat. Salah satunya berlangsung di SMAN 1 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman

 

Kepala SMAN 1 Batang Anai, Zubaidah, menyampaikan aktivitas pembelajaran untuk kelas XII dialokasikan di Gedung Haji Kabupaten Batang Anai, Pariaman Barat. Sementara itu, siswa kelas X dan XI masih menempati ruangan di dalam lingkungan sekolah. Jumlah keseluruhan siswa SMAN 1 Batang Anai tercatat sebanyak 987 orang.


Berlangsung dalam kondisi pascabencana, proses pembelajaran tetap berjalan aman dan tertib. Namun, durasi belajar mengalami penyesuaian dan materi difokuskan pada bagian yang esensial. Oleh karena itu pembelajaran belum bisa berjalan secara optimal.

​​​​​​​

"Alhamdulillah untuk saat ini KBM masih berlanjut, namun karena masih dalam kondisi pascabencana, waktunya tidak seoptimal sebelum terjadi bencana. Jadi proses pembelajarannya kami sesuaikan dengan pembelajaran kebencanaan,” ujar Zubaidah kepada NU Online, Jumat (13/2/2026).


Pihaknya menjelaskan, materi yang diberikan meliputi pembelajaran kokurikuler serta pembiasaan 7 Anak Indonesia Hebat. Penyesuaian dilakukan agar peserta didik tetap mendapatkan hak belajar meskipun dalam situasi darurat.


Selain menjaga keberlangsungan KBM, pihak sekolah juga melakukan upaya pemulihan psikologis siswa. “Kami juga melakukan traumatik healing dan memberikan motivasi yang diberikan oleh guru di kelas. Khusus kegiatan Ramadhan kami ada program pembiasaan tadarus Al-Qur’an, kultum pagi, dan kegiatan sosial lainnya,” tambahnya.

 

Zubaidah berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan terhadap proses pendidikan dan pemulihan siswa selama bulan Ramadhan.

 

“Semoga semua stakeholder yang terkait dapat optimal memberikan dukungan yang besar terhadap sekolah dalam membina dan mendidik dalam pembelajaran, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Endralin, salah satu guru kelas di SMAN 1 Batang Anai, mengatakan kegiatan belajar di lokasi darurat mendapat sambutan baik dari pengurus asrama haji.

 

"Beberapa pengurus asrama haji menyuruh kami ntuk melakukan kegiatan belajar di bulan ramadhan pesantren di Masjid Asrama Haji Batang Anai Pasaman Barat Sumatra Barat," paparnya.

 

Ia berharap kondisi bangunan sekolah segera terselesaikan agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung seperti sediakala.