Daerah

PCNU Pidie Aceh Luncurkan LAZISNU, Perkuat Gerakan Sosial Umat

Jumat, 8 Mei 2026 | 11:30 WIB

PCNU Pidie Aceh Luncurkan LAZISNU, Perkuat Gerakan Sosial Umat

Pengajian dan peluncuran LAZISNU Pidie bersama Rais Syuriah PWNU Aceh, Kamis (7/5/2026). (Foto: Dok PCNU Pidei)

Pidie, NU Online

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pidie resmi meluncurkan Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dalam rangkaian pengajian umum dan kajian aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah yang digelar di Dayah Asasul Iman Blang Asan, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Kamis (7/5/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri ratusan jamaah muslimah dari berbagai wilayah di Kabupaten Pidie. Selain menjadi momentum peluncuran LAZISNU PCNU Pidie, acara itu juga diisi dengan pengajian kitab Matan Jauharah tentang aqidah Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyah.

 

Rais Syuriah PWNU Aceh, Tgk. H. Nuruzzahri hadir langsung memberikan tausiah dan penguatan aqidah kepada jamaah. Dalam ceramahnya, ia menegaskan pentingnya menjaga aqidah umat di tengah derasnya arus pemikiran modern dan tantangan digital yang semakin kompleks.


“Ahlussunnah wal Jamaah bukan hanya identitas, tetapi jalan menjaga umat tetap berada pada akidah yang lurus, moderat, dan penuh kasih sayang,” ujar Waled NU di hadapan jamaah.

 

Menurutnya, penguatan pemahaman aqidah harus terus dilakukan, terutama di tengah masyarakat agar generasi muda dan kaum muslimah tetap memiliki pegangan keagamaan yang kuat.


“Ilmu aqidah adalah pondasi. Jika fondasinya kuat, maka kehidupan umat juga akan kuat menghadapi berbagai tantangan zaman,” katanya.

 

Peluncuran LAZISNU PCNU Pidie turut menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Kehadiran lembaga zakat di bawah naungan NU itu diharapkan mampu memperkuat gerakan sosial, pemberdayaan ekonomi umat, serta membantu masyarakat kurang mampu di Kabupaten Pidie.

 

Ketua PCNU Pidie, Tgk. Isafuddin atau yang akrab disapa Abati Isafuddin, kepada NU Online, Jumat (8/5/2026), mengatakan LAZISNU bukan sekadar lembaga penghimpun zakat, tetapi juga menjadi instrumen perjuangan sosial NU di tengah masyarakat.


“NU harus hadir untuk umat. Kehadiran LAZISNU ini diharapkan mampu menjadi jembatan kepedulian sosial, membantu fakir miskin, pendidikan santri, hingga kebutuhan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, PCNU Pidie ingin membangun tata kelola zakat, infak, dan sedekah yang amanah, transparan, serta tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.


“Kita ingin zakat umat kembali kepada umat dalam bentuk program yang nyata dan bermanfaat,” katanya.


Selain peluncuran LAZISNU, suasana pengajian juga berlangsung penuh kekhusyukan. Ratusan jamaah muslimah tampak antusias mengikuti penjelasan kitab aqidah yang disampaikan para ulama dan guru dayah.


Abati menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat syiar Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah di Kabupaten Pidie melalui pendekatan pendidikan, dakwah, dan gerakan sosial kemasyarakatan.


Para jamaah berharap LAZISNU PCNU Pidie dapat berkembang menjadi lembaga yang aktif membantu masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah kehidupan umat.