Daerah

Pelajar NU Jombang Siap Bersinergi dengan Pemerintah

Senin, 12 Maret 2018 | 16:01 WIB

Jombang, NU Online
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur masa khidmat 2018-2020, Ahad (11/3) resmi dilantik di Gedung Serbaguna Tambakberas Jombang. 

Ketua PC IPNU Jombang, Ishomudin Haidar mengatakan, kepengurusan IPNU-IPPNU yang baru ini siap mendukung segala upaya pemerintah setempat dalam hal membangun Jombang yang lebih baik.

Menurutnya, sebuah permasalahan terjadi kadang tanpa bisa dideteksi sebelumnya. Ia menyebutnya saat ini masih ada permasalahan-permaslahan yang harus ditangani dengan serius. 

Di antaranya dunia pendidikan yang beberapa hari sebelumnya sempat heboh, khususnya di Jombang, sebab salah seorang guru tersangka melakukan tindak tak senonoh kepada puluhan siswinya. Kejadian yang sama, di sekolah lain, Ketua Yayasan diduga juga telah melakukan tindakan serupa.

Lain daripada itu, papar Haidar, kekerasan terhadap anak juga masih kerap terjadi. Kasus penyalahgunaan narkoba yang dilakukan seseorang yang masih berstatus pelajar juga masih sering terjadi.

Haidar mengatakan IPNU-IPPNU memiliki beragam program yang sebetulnya dapat disinergikan degan program pemerintah dalam hal-hal tertentu.

"Kita siap terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan Pemkab juga Polres Jombang. Ke depan kita akan tetap bersinergi dengan mereka," ungkapnya. 

Bahkan dalam hal keamanan, katanya, IPNU-IPPNU Jombang juga siap terlibat aktif untuk menciptakan situasi Jombang yang aman, tenteram dan kondusif.

"Misal dalam keamanan, itu bukan semata mata menjadi tugas penegak hukum saja namun lebih dari itu adalah tugas kita semuanya," ucapnya.

Lain daripada itu, Haidar menyinggung terkait kelompok-kelompok tertentu yang tiada henti berupaya memecah belah bangsa dengan berbagai cara. Cara yang kerap dilakukan belakangan ini salah satunya adalah penyebaran berita palsu atau hoaks agar tercipta situasi yang gaduh di tengah-tengah masyarakat.

Terhadap situasi itu, menurutnya melek media menjadi sebagian instrumen penting untuk menangkal tujuan hoaks itu disebar. "Kita akan dorong di setiap PAC untuk melakukan pendampingan terhadap masyarakat setempat," ujarnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)


Terkait