Daerah

Penyaluran Beras dan Masker LAZISNU Batam Kepri kepada Santri Terdampak Kabut Asap Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Penyaluran Beras dan Masker LAZISNU Batam Kepri kepada Santri Terdampak Kabut Asap Karhutla

Beras siap disalurkan untuk santri Yayasan Asy-Syafi, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Ahad (25/10/2026) (LAZISNU Kota Batam)

Kota Batam, NU Online 

NU Care-LAZISNU) Kota Batam Kepulauan Riau menyalurkan bantuan beras dan masker kepada santri di Yayasan Asy-Syafi’i, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Ahad (25/10/2026).

 

Penyaluran tersebut sebagai rangkaian memperingati Hari Santri 2026 sekaligus membantu masyarakat menghadapi kabut asap akibt kebakaran lahan dan hutan (karhutla) yang dampaknya juga menjangkau daerah tersebut.

 

Sekretaris LAZISNU Kota Batam, Nasrulloh, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat kabut asap kiriman dari Sumatra.

 

“Kota Batam saat ini masih diselimuti kabut asap kiriman dari Sumatra. Maka, hari ini kami membagikan masker untuk saling menjaga kesehatan. Selain itu, kami juga berbagi sembako sebagai bentuk khidmat LAZISNU kepada santri,” ujar Gus Nasrulloh, sapaan akrabnya sebagaimana diberitakan NU Online Kepri.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian LAZISNU kepada masyarakat, terutama santri dan lingkungan pendidikan keagamaan. Penyaluran sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan penerima manfaat, sedangkan pembagian masker menjadi upaya perlindungan sederhana dari paparan asap.

 

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Yayasan Asy-Syafi’i itu dimulai pukul 06.30 WIB. Acara diawali dengan senam pagi dan jalan santai yang diikuti santri, wali santri, serta masyarakat sekitar. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembagian doorprize dan penyaluran bantuan sembako serta masker.

 

Ketua Yayasan Asy-Syafi’i, Ustadz Triya, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Ketua Gerbang Tani Kota Batam Edwin Nugroho dan Adi dari Garda Bangsa.

 

Gus Nasrulloh mengatakan, peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial serta semangat gotong royong.

 

Pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat mendorong para santri untuk terus menuntut ilmu, menjaga akhlak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para santri tetap semangat dalam mengaji dan menimba ilmu agama. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

 

Ia menegaskan, semangat berbagi merupakan bagian dari nilai yang dihidupkan LAZISNU melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, kegiatan sosial perlu terus dikembangkan melalui kerja sama dengan yayasan, organisasi, dan berbagai elemen masyarakat agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak penerima.

 

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk memohon kesehatan, keselamatan, dan keberkahan bagi masyarakat, khususnya warga Kota Batam yang tengah menghadapi kabut asap.

 

Peringatan Hari Santri 2026 mengusung tema Menyambung Juang, Merengkuh Masa Depan. Momentum ini diharapkan mendorong santri dan masyarakat meneruskan semangat perjuangan melalui pendidikan, pengabdian, serta aksi nyata bagi bangsa.