Peringatan 1 Abad NU, PCNU Banjar Kalsel Tanam Ribuan Bibit Pohon
Ahad, 1 Februari 2026 | 16:00 WIB
Persiapan penananam pohon pada peringatan Harlah 100 Tahun NU di Banjar Kalsel, Sabtu (31/1/2026). (Foto: istimewa)
Banjar, NU Online
Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan dimaknai sebagai momentum refleksi sekaligus aksi nyata dalam merespons perubahan iklim. Banjir yang baru-baru ini merendam sebagian wilayah Kabupaten Banjar menjadi pengingat pentingnya kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.
Atas kondisi tersebut, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar menggelar gerakan penanaman pohon sebagai bentuk tanggung jawab ekologis dan sosial NU di usia satu abad. Kegiatan ini diinisiasi bersama Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Banjar.
Ketua PCNU Kabupaten Banjar, Ustadz Nuryadi, menegaskan bahwa satu abad NU tidak sekadar dirayakan secara seremonial, melainkan harus dimaknai sebagai penguatan kembali khidmah NU bagi umat, bangsa, dan alam semesta.
“Menanam pohon adalah bentuk ibadah sosial dan ekologis. NU sejak awal berdiri mengajarkan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, dan alam. Di usia 100 tahun ini, kami ingin menegaskan bahwa NU hadir merawat kehidupan,” tuturnya soal kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, (31/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, PCNU Kabupaten Banjar menyiapkan sebanyak 2.000 bibit pohon yang terdiri dari Mahoni, Eucalyptus, Tabebuya, dan Jengkol. Penanaman dilakukan secara serentak oleh Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Banjar di berbagai lokasi, mulai dari lingkungan pesantren, fasilitas umum, hingga lahan-lahan strategis yang membutuhkan penghijauan.
Pemilihan jenis pohon tersebut dilakukan dengan sejumlah pertimbangan. Selain memiliki nilai ekologis untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan kualitas udara, sebagian tanaman juga bernilai ekonomi jangka panjang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
“Ini bukan sekadar tanam pohon hari ini lalu selesai. Kami berharap pohon-pohon ini kelak tumbuh menjadi penyangga kehidupan, memberi manfaat lingkungan dan ekonomi bagi generasi mendatang,” tutupnya.
Selain gerakan lingkungan, rangkaian peringatan satu abad NU di Kabupaten Banjar juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, serta pembagian paket sembako bagi warga NU dan masyarakat umum. Kegiatan tersebut menjadi wujud kehadiran NU di tengah persoalan nyata yang dihadapi umat.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PCNU Kabupaten Banjar menegaskan bahwa NU di usia satu abad tetap relevan, adaptif, dan konsisten menjalankan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin—memberi rahmat tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi alam semesta.
Peringatan satu abad NU ini sekaligus menjadi pesan moral bahwa menjaga bumi merupakan bagian dari ikhtiar menjaga masa depan umat. Dari Kabupaten Banjar, NU meneguhkan langkah untuk terus berkhidmah bagi agama, bangsa, dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Kontributor: Muhammad Fahrie