Jombang, NU Online
Banyak cara yang dilakukan siswa-siswi menjelang pelaksanaan ujian nasional (UN) berharap agar tetap tenang dan lancar saat mengikuti UN. Di Jombang, Jawa Timur sebanyak 8.200 siswa-siswi kelas XII SMAN se-Kabupaten Jombang mengikuti kegiatan doa bersama di Masjid Ulil Albab Tebuireng, Sabtu (10/3) lalu.
"Total jumlah peserta istigotsah dan doa bersama jelang ujian nasional (UN) ini sebanyak 8.200 siswa," ujar Lasimin, ketua panitia.
Selain kegiatan doa bersama, setelahnya dilanjutkan dengan ziarah ke makam para pahlawan nasional yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
Ini dilakukan sebagai salah satu washilah dan ikhtiyar agar diberi kemudahan oleh Allah SWT dalam melaksanakan UN tanpa ada kendala sedikitpun, lantaran pelaksanaan UN saat ini seluruhnya berbasis komputer yang tentu memerlukan banyak pendukung. Seperti listrik, jaringan internet dan kesiapan komputer.
"Sengaja digelar disini karena setelah doa bersama dilanjutkan ziarah makam pahlawan nasional (KH Hasyim Asy'ari, KH A. Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid)," ungkapnya.
Kegiatan diawali salat duha empat rakaat, salat hajat, sujud syukur, pembacaan Yasin, istighfar dan salawat.
Sekretaris panitia, Mukani mengatakan, rentetan acara dalam kegiatan doa bersama ini adalah kunci sukses dunia akhirat. Penting untuk dilakukan secara istiqomah.
"Semua yang kita amalkan ini adalah kunci sukses dunia akhirat. Laksanakanlah setiap hari, niscaya diberi Allah kemudahan menghadapi semua persoalan hidup," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMAN Kabupaten Jombang, M. Sholahuddin, selaku penyelenggara, yakin kegiatan doa bersama ini akan memberikan efek yang sangat positif sesuai yang diharapkan pada pelaksanaan UN nanti.
"Kami yakin, doa bersama ini mengantarkan anak-anak meraih kesuksesan dalam akhir studi SMA/SMK/MA. Doa ribuan santri dan para kiai ini pasti dikabulkan oleh Allah. Satu-satunya yang bisa menghalangi terkabulnya doa ini adalah orang tua," ujar dia.
Karena itu, lanjutnya, para siswa dan siswi juga harus meminta doa dan ridha dari orang tuanya masing-masing. "Semoga para siswa kelas XII diberi kekuatan, kesabaran dan keberhasilan serta ilmu yang barakah, manfaat dunia akhirat," harapnya.
Pada saat yang sama, Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Hakim Mahfud (Gus Kikin) mengapresiasi penyelenggaraan doa tersebut.
"Ini mengajarkan kepada anak-anak keseimbangan hubungan baik kepada Allah dan kepada sesama. Dua ini merupakan kunci sukses dunia akhirat," paparnya.
Gus Kikin berpesan agar para siswa meniatkan segala hal karena Allah. "Sama-sama belajarnya, jika satu niat karena Allah dan satunya tidak, hasilnya akan beda. Jika kita niatkan karena Allah, suksesnya sampai akhirat. Jika tidak niat karena Allah, suksesnya di dunia saja. Sukses di dunia ini mudah. Sukses di akhirat sangat sulit," pesannya. (Syamsul Arifin/Fathoni)