Pidie Jaya, NU Online
Ulama Aceh, Tgk. H. Nuruzzahri Yahya atau yang akrab disapa Waled NU Samalanga, mengajak masyarakat untuk terus menjaga istiqamah dalam menghadiri majelis ilmu. Menurutnya, keberkahan hidup, ketenangan hati, dan kokohnya keimanan lahir dari kesungguhan seseorang dalam menuntut ilmu agama secara berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan Waled Nu saat mengisi pengajian rutin bulanan yang diselenggarakan di Masjid An-Nur, Kompleks Dayah Mahasiswa Ummul Ayman III, Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (5/6/2026).
Dalam pengajian yang dihadiri jamaah warga Nahdliyin baik Ansor, pengurus NU dan lainnya tersebut, Waled NU mengkaji Kitab Matan Jauharah at-Tauhid karya Syaikh Ibrahim al-Laqani, salah satu kitab klasik yang membahas prinsip-prinsip dasar akidah Ahlussunnah wal Jamaah.
Menurut Rais Syuriah PWNU Aceh masa khidmat 2026–2031 itu, majelis ilmu merupakan salah satu sarana penting untuk menjaga kemurnian akidah dan memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah swt..
“Bagi yang sudah sering mengikuti pengajian, maka pertahankan istiqamahnya. Sebab keberkahan ilmu lahir dari kesungguhan dan kesinambungan dalam menghadiri majelis ilmu,” ujar Waled Nu di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan bahwa para ulama terdahulu mencapai kedudukan mulia bukan semata karena kecerdasan, melainkan karena kesabaran dan keistiqamahan mereka dalam belajar serta menghadiri majelis para guru.
Menurutnya, tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks menuntut umat Islam untuk terus memperkuat fondasi akidah agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai pemikiran yang menyimpang dari ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
“Tauhid harus menjadi dasar utama dalam kehidupan. Ketika akidah kuat, maka ibadah, akhlak, dan hubungan sosial akan ikut baik. Karena itu, jangan pernah merasa cukup dalam belajar agama,” katanya.
Selain membahas pentingnya tauhid, Waled Nu juga mengajak masyarakat untuk memperkuat ukhuwah dan kebersamaan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Menurutnya, kemajuan umat tidak akan terwujud tanpa adanya persatuan, kerja sama, dan saling mendukung dalam kebaikan.
“Umat Islam harus terus menjaga persaudaraan, saling menghormati, dan bersama-sama mendukung kegiatan yang membawa manfaat bagi agama dan masyarakat,” ujarnya.
Pengajian yang berlangsung sejak usai Shalat Jumat hingga menjelang Shalat Ashar itu diikuti masyarakat umum, santri, tokoh agama, serta jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan shalat ashar berjamaah.
Melalui pengajian rutin tersebut, Waled Nu berharap tradisi majelis ilmu terus hidup di tengah masyarakat sebagai benteng akidah, sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta jalan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan istiqamah dalam mengamalkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.