Daerah

Resmikan Klinik di Cilacap, Gus Yahya: Harus Profesional, Bukan Sekadar Khidmah

Sabtu, 25 April 2026 | 16:00 WIB

Resmikan Klinik di Cilacap, Gus Yahya: Harus Profesional, Bukan Sekadar Khidmah

Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saat meresmikan Klinik Pratama Rawat Inap Masyithoh, Sabtu (25/4/2026) (Foto: Miftah).

Jakarta, NU Online

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya telah meresmikan Klinik Pratama Rawat Inap Masyithoh yang diinisiasikan oleh Pengurus Cabang NU (PCNU) Cilacap, di Jalan Jenderal Sudirman, Kroya, Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu (25/4/2026).


Gus Yahya menekankan bahwa pengelolaan klinik harus mengedepankan prinsip profesionalisme, bukan semata-mata didasarkan pada konsep khidmah.

 

"Di beberapa tempat lain, jika tidak jelas mana yang bisnis dan mana yang khidmah, hal ini bisa menimbulkan masalah besar," katanya saat sambutan.


Gus Yahya memamparkan, ajaran profesional dalam berbisnis telah diajarkan sejak zaman Nabi Muhammad Saw hingga ulama-ulama terdahulu. Ia menyebut, 
Al-mu‘amalah kal-ajnabi atau dalam urusan muamalah, perlakukan seperti orang lain atau asing.


"Dalam muamalah, kita harus bersikap seperti terhadap orang lain, seolah-olah tidak saling mengenal," jelasnya.


Ia mencontohkan bahwa dalam urusan utang-piutang, meskipun melibatkan struktur organisasi, tetap harus dijalankan secara profesional. Hal yang sama juga berlaku dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) secara profesional.


"Meskipun Rais Syuriyah berutang kepada Ketua Tanfidziyah, Ketua Tanfidziyah tetap berhak menagih. Artinya harus profesional. Begitu juga terhadap pegawai, harus profesional," tegasnya.


"Pak Direktur, kalau ada kiai Syuriyah menitipkan seseorang, lihat dulu apakah orang tersebut mampu atau tidak. Jangan karena takut kualat lalu langsung diterima. Itu tidak bisa," tambahnya.

 

Hal itu, katanya, harus sangat diperhatikan untuk menjaga keberlangsungan inisiatif-inisiatif organisasi yang sejenis.


"Hal ini harus dijaga demi keberlangsungan inisiatif-inisiatif seperti ini di masa depan," katanya.


Lebih lanjut, Gus Yahya juga memberikan contoh lain, seperti layanan perjalanan umrah yang perlu dikelola dalam bentuk badan usaha resmi seperti Perseoran Terbatas (PT), sehingga kepemilikan saham dan pembagian keuntungan menjadi jelas.


Biasanya orang terlihat ikhlas ketika belum ada apa-apa. Tetapi ketika mulai terlihat ada potensi, bahkan baru sebatas bayangan, sudah mulai muncul perebutan. Baru mendengar akan ada sesuatu saja, sudah menjadi tidak karuan," katanya.


"Ini yang berbahaya. Karena itu, kita harus mulai menerima cara berpikir yang lebih tegas dalam hal manajemen," tambahnya.

 

Apresiasi KH Said Aqil Siroj dalam Pemberdayaan di PCNU Cilacap

Pada kesempatan tersebut Gus Yahya juga menyampaikan apresiasinya kepada Ketua PBNU periode 2010-2021, KH Said Aqil Siroj karena telah melakukan pemberbadayaan masyarakat melalui layanan haji dan umrah.


Gus Yahya menyebut keberhasilan tersebut terjadi karena adanya kejelasan dalam membedakan antara kegiatan bisnis dan khidmah, sehingga keduanya dapat berjalan dengan baik.


"Walaupun Pak Kiai Said tidak terlalu tegas menyatakan, beliau tahu mana yang bisnis dan mana yang bukan. Karena itu, semuanya bisa berjalan dengan baik," terangnya.