Semarak Hari Santri 2026, PCNU Aceh Singkil Latih Guru Pesantren Manfaatkan Ai
Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:30 WIB
Pelatihan digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (Ai) di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (20/10/2026). (Dok PCNU Aceh Singkil)
Jakarta, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Aceh Singkil menggelar pelatihan digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (Ai) bagi 50 guru dayah dan pondok pesantren se-Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil ini menjadi bagian dari menyemarakkan peringatan Hari Santri 2026.
Ketua PCNU Aceh Singkil Muhammad Yusuf menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan komitmen PCNU Aceh Singkil bersama Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik pesantren dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
“Materi yang diberikan yaitu AI, komputerisasi, dan sistem informasi,” ujarnya saat dihubungi NU Online pada Rabu (21/10/2026).
Yusuf menyampaikan bahwa penguasaan teknologi digital menjadi kebutuhan penting bagi guru, santri, dan pesantren agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Di era digital saat ini, teknologi digital merupakan panglima baik, bidang agama, ekonomi, budaya, teknologi, dan pendidikan untuk santri dan pesantren menjadi bagian yang harus menyesuaikan kapasitas dan kemampuannya supaya tetap bisa sebagai pemimpin, di sinilah kemampuan pesantren dan santri harus di latih dengan teknologi digital,” katanya.
Ia berharap santri dan pesantren semakin melek digital serta mampu memanfaatkan pengetahuan teknologi untuk menunjang kemampuan dan pengembangan diri maupun lembaga pendidikan.
“Harapan kita, semoga santri dan pesantren semakin melek dunia di gital, bisa mengaplikasikan pengetahuan untuk menunjang kemapuan dan pengembangan diri dan pesantren,” ucapnya.
Yusuf menambahkan melalui pelatihan ini, para guru diharapkan dapat memanfaatkan AI untuk mendukung pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, serta meningkatkan efektivitas administrasi pendidikan di lingkungan dayah dan pondok pesantren.
Senada, Sekretaris PCNU Aceh Singkil Abdul Jakfar menyampaikan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi menuntut lembaga pendidikan dayah dan pesantren untuk terus beradaptasi.
Menurutnya, penguasaan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan menerapkannya dalam proses pendidikan.
"Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Santri Tahun 2026. Melalui pelatihan ini, kita berharap para guru dayah dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence untuk mendukung proses pembelajaran di dayah masing-masing," ujarnya.
Ia menambahkan pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi berlanjut pada penerapan nyata di lembaga pendidikan.
"Kami berharap ilmu yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diimplementasikan di dayah masing-masing, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kemajuan dayah di Kabupaten Aceh Singkil," ujar Jakfar.