Daerah

STISNU Aceh Bakal Beralih Status Menjadi Institut Nahdlatul Ulama Aceh

Senin, 3 Agustus 2026 | 07:00 WIB

STISNU Aceh Bakal Beralih Status Menjadi Institut Nahdlatul Ulama Aceh

Tim Visitasi Diktis Kemenag di STISNU Aceh, Sabtu (1/8/2026) (Foto: STISNU Aceh)

Banda Aceh, NU Online

Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Aceh selangkah lagi akan bertransformasi menjadi Institut Nahdlatul Ulama (ISNU) Aceh. Hal itu menyusul hasil visitasi Tim Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama Republik Indonesia pada Sabtu (1/8/2026). Hasil visitasi menyatakan STISNU Aceh telah memenuhi seluruh persyaratan untuk alih bentuk kelembagaan menjadi institut.


Visitasi yang berlangsung di kampus STISNU Aceh tersebut dihadiri jajaran pimpinan perguruan tinggi, Yayasan Mahyal Ulum Al-Aziziyah, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta para pemangku kepentingan. Tim visitasi melakukan verifikasi secara menyeluruh terhadap dokumen administrasi, tata kelola kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, sistem penjaminan mutu, hingga kesiapan institusi dalam menjalankan fungsi sebagai institut.


Berdasarkan hasil penilaian, seluruh aspek yang dipersyaratkan dinyatakan telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan Kementerian Agama. Dengan demikian, STISNU Aceh kini tinggal menunggu penyelesaian proses administrasi dan penerbitan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia tentang perubahan bentuk menjadi Institut Nahdlatul Ulama Aceh.


Ketua STISNU Aceh, Tgk Muhammad Yasir, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan buah dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika bersama Yayasan Mahyal Ulum Al-Aziziyah dan dukungan berbagai pihak.


"Alhamdulillah, seluruh rangkaian visitasi berjalan dengan baik dan STISNU Aceh dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan. Ini merupakan hasil kerja keras bersama. Kami berharap proses administrasi selanjutnya berjalan lancar sehingga cita-cita menghadirkan Institut Nahdlatul Ulama Aceh segera terwujud," ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Tim Alih Status STISNU Aceh Tgk Fakhrul Rijal mengatakan hasil visitasi menjadi bukti kesiapan STISNU Aceh untuk memasuki fase baru sebagai perguruan tinggi yang lebih besar.


Menurutnya, perubahan status tersebut bukan hanya perubahan nomenklatur, tetapi merupakan langkah strategis untuk memperluas program studi, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika, Yayasan Mahyal Ulum Al-Aziziyah, para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh selama proses alih bentuk ini. Semoga dalam waktu dekat ISNU Aceh dapat resmi berdiri," katanya.

 

Ketua PWNU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali atau Abu Sibreh, menyambut baik hasil visitasi tersebut. Menurutnya, rencana perubahan status STISNU Aceh menjadi Institut Nahdlatul Ulama Aceh merupakan tonggak penting bagi pengembangan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama di Aceh.


"PWNU Aceh memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran STISNU Aceh dan Yayasan Mahyal Ulum Al-Aziziyah atas kerja keras yang telah dilakukan. Kehadiran Institut Nahdlatul Ulama Aceh nantinya akan memperkuat peran NU dalam mencetak ulama, cendekiawan, dan pemimpin umat yang berilmu, berakhlak, serta berkomitmen terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah," ujar Abu Sibreh.

 

Ia berharap transformasi tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam di Aceh sekaligus memperluas kontribusi Nahdlatul Ulama dalam pembangunan sumber daya manusia. 

 

Menurutnya, ISNU Aceh diharapkan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, pengabdian masyarakat, serta kaderisasi yang mampu melahirkan generasi unggul dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.