Tiga Bulan Pascabencana, Bantuan Beras NU Peduli Jadi Harapan Warga Cempa Aceh Tamiang
Sabtu, 7 Maret 2026 | 07:00 WIB
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Riri Khariroh saat menyerahkan bantuan paket beras kepada warga Aceh Tamiang, Jumat (7/3/2026). (Foto: NU Online/Suci Amaliyah)
Aceh Tamiang, NU Online
Suasana Ramadhan di Desa Pantai Cempa, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, masih dibayangi dampak banjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa bulan lalu. Tiga bulan pascabencana, kehidupan warga belum sepenuhnya pulih.
Di tengah kondisi yang masih memprihatinkan, tim NU Peduli melalui NU Care-LAZISNU PBNU hadir menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Tim NU Peduli turun langsung ke Desa Pantai Cempa untuk menyalurkan bantuan berupa beras seberat 5 kilogram kepada keluarga-keluarga yang terdampak banjir bandang.
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Riri Khariroh mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program Solidaritas Ramadhan NU Care-LAZISNU yang saat ini dijalankan di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Tim NU Peduli menyampaikan bahwa bantuan beras ini diberikan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, terutama di tengah pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan. Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah mendukung program tersebut.
“Kami ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur, khususnya Jam’iyah Khairiyah Kuwait yang mempercayakan bantuan beras sebanyak 1.500 karung untuk kami bagikan di tiga wilayah yang terdampak bencana,” ujarnya kepada NU Online di lokasi, Jumat (6/3/2026).
Riri berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan setelah bencana.
Bantuan tersebut disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat. Warga merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan beras, terlebih saat ini mereka tengah menjalani ibadah puasa Ramadhan. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga-keluarga terdampak, khususnya di Desa Pantai Cempa.
Program Solidaritas Ramadhan yang dijalankan NU Care-LAZISNU tidak hanya menyalurkan bantuan beras. Berbagai bentuk bantuan lain juga diberikan kepada masyarakat terdampak bencana, mulai dari paket Ramadhan berupa sembako hingga perlengkapan ibadah.
“Perlengkapan ibadah yang disalurkan antara lain mukena, sarung, dan Al-Qur’an. Bantuan ini diberikan agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih nyaman, termasuk saat melaksanakan salat tarawih,” ungkapnya.
Selain itu, NU Peduli juga menyalurkan perlengkapan sekolah untuk anak-anak, seperti tas, buku, alat tulis, dan buku gambar. Tidak hanya itu, santunan tunai juga diberikan kepada anak yatim piatu serta kaum dhuafa.
Bagi tim NU Peduli, masyarakat yang terdampak bencana di wilayah tersebut pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai kelompok dhuafa. Hal ini terlihat dari kondisi kehidupan warga yang hingga kini masih sangat memprihatinkan.
“Meskipun banjir bandang terjadi sekitar empat bulan lalu, banyak warga yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsian atau di rumah dengan kondisi seadanya. Situasi ini membuat tim NU Peduli merasa sangat prihatin terhadap kehidupan masyarakat di daerah tersebut,” jelasnya.
Selain menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, NU Peduli juga membangun sejumlah fasilitas darurat bagi masyarakat, seperti masjid darurat, musala, madrasah, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Di samping itu, bantuan air bersih juga menjadi salah satu fokus program. Dalam waktu dekat, tim NU Peduli akan membantu masyarakat dengan mendatangkan pasokan air bersih ke tempat-tempat penampungan air di desa-desa yang membutuhkan.
“Solidaritas Ramadhan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan berbagi, tetapi juga menjadi upaya untuk mengetuk hati masyarakat luas agar turut peduli terhadap saudara-saudara yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana,” jelasnya.
Ketua Posko NU Peduli di Aceh Tamiang, Tengku Sultan Herakli, menjelaskan bahwa Desa Pantai Cempa dipilih sebagai salah satu lokasi penyaluran bantuan karena menjadi wilayah yang terdampak paling parah.
Ia menceritakan bahwa saat banjir bandang terjadi, ketinggian air bahkan mencapai lebih dari delapan meter sehingga meluluhlantakkan rumah-rumah warga beserta berbagai peralatan yang mereka miliki.
Menurutnya, hingga saat ini bantuan yang masuk ke wilayah tersebut masih tergolong minim, baik dari pemerintah maupun dari pihak lain. Karena itu, setelah mendapatkan informasi mengenai kondisi desa tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan perangkat desa setempat untuk menyalurkan bantuan di Pantai Cempa.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat yang menerimanya, terlebih saat ini warga sedang menjalankan ibadah puasa di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.
“Masih banyak warga yang bertahan di rumah dengan kondisi sangat sederhana, bahkan ada yang rumahnya belum memiliki dinding yang layak. Kondisi ekonomi masyarakat juga masih belum pulih, sementara lapangan pekerjaan belum kembali tersedia seperti sebelumnya,” imbuhnya.
Ia berharap berbagai bantuan dari para donatur, baik melalui Jam’iyah Khairiyah Indonesia maupun NU Care-LAZISNU, dapat terus disalurkan ke Aceh Tamiang, khususnya ke Desa Pantai Cempa dan desa-desa lain yang juga membutuhkan.
Salah seorang warga Desa Pantai Cempa, Kiki (36), menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh NU Peduli. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang saat ini sedang menghadapi kesulitan ekonomi.
“Terima kasih banyak untuk NU Peduli. Ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan. Semoga rezekinya lancar, sehat, dan bantuan seperti ini bisa terus berlanjut. Semoga berkah rezekinya,” ujarnya.