Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:30 WIB
Alvin Tedjo, pria keturunan Indonesia, terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Kanada. (Foto: Instagram Alvin Tedjo)
Jakarta, NU Online
Alvin Tedjo, pria keturunan Indonesia, terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Kanada, setelah mengungguli wali kota petahana Carolyn Parrish dan mantan Wali Kota Bonnie Crombie dalam pemilihan tingkat kota.
Setelah hasil pemilihan diumumkan, Tedjo menyampaikan apresiasi kepada warga Mississauga. Ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut tidak akan tercapai tanpa dukungan masyarakat.
“Mississauga, kami tidak bisa melakukannya tanpa Anda. Kota kami siap untuk perubahan, dan saya tidak sabar untuk memulainya,” tulis Tedjo melalui akun Instagram-nya, dikutip Rabu (28/10/2026).
Berdasarkan hasil yang dikutip CBC, Tedjo meraih 74.479 suara atau 39,2 persen. Parrish berada di posisi kedua dengan 51.853 suara atau 27,3 persen, disusul Crombie yang memperoleh 43.191 suara atau 22,7 persen.
Pria berusia 43 tahun itu memulai kampanyenya dengan dukungan yang relatif rendah. Jajak pendapat Liaison Strategies pada Agustus menempatkannya di posisi keempat dengan dukungan 12 persen dari pemilih yang sudah menentukan pilihan maupun yang masih bimbang.
Dalam survei yang sama, Parrish dan Crombie masing-masing memperoleh dukungan 35 persen. Namun, peta persaingan berubah menjelang pemungutan suara. Pada 22 Oktober, dukungan terhadap Tedjo meningkat menjadi 31 persen. Angka itu menempatkannya di atas Parrish yang meraih 28 persen, meski masih berada di bawah Crombie dengan 35 persen.
Hasil pemilihan akhirnya menempatkan Tedjo sebagai pemenang, mengungguli dua pesaing yang sebelumnya lebih diunggulkan. Ia bukan pendatang baru dalam politik lokal Mississauga. Tedjo telah menjabat sebagai anggota dewan kota untuk Ward 2 sejak 2022.
Pemilihan kali ini merupakan upaya keduanya untuk menduduki kursi wali kota. Dalam pemilihan sela pada 2024, Tedjo menempati posisi kedua dengan perolehan 25 persen suara, sementara Parrish menang dengan 31 persen.
Tedjo mengakui bahwa kampanyenya tidak berjalan mudah. Ia mengatakan timnya telah menyadari beratnya persaingan sejak awal, bahkan ketika sejumlah orang meragukan peluang kemenangannya.
“Ketika kami memulai ini enam bulan lalu, kami tahu ini akan sulit. Orang-orang mengatakan kepada kami bahwa kami tidak bisa menang dan bahwa kami seharusnya tidak ikut campur,” kata Tedjo.
Melansir Toronto Star, Alvin Tedjo memiliki latar belakang Tionghoa-Indonesia. Tedjo pindah dan menetap di kota tersebut ketika ia berusia empat tahun.
Ketertarikannya pada pemerintahan dan politik tumbuh sejak masa sekolah. Saat duduk di bangku SMA, Tedjo pernah menjadi ketua pelajar sekaligus anggota komite penasihat pemuda untuk wali kota. Pada pertengahan 1990-an, ia berkesempatan bertemu dengan Wali Kota Mississauga saat itu, Hazel McCallion, setelah menerima penghargaan Young Citizen of the Year.
Sebelum terjun ke politik lokal, Tedjo membangun karier di bidang pemerintahan, pendidikan tinggi, dan komunikasi. Ia pernah menjadi penasihat sekaligus staf politik di Kementerian Perguruan Tinggi dan Universitas Ontario.
Ia kemudian bekerja selama empat tahun di bidang hubungan pemerintahan di Sheridan College, sebelum memimpin divisi strategi dan komunikasi di Toronto Metropolitan University. Karier politiknya berlanjut pada 2022, ketika Tedjo terpilih sebagai anggota Dewan Kota Mississauga.