Menteri Pertahanan Pakistan Deklarasikan Perang Terbuka dengan Afghanistan
Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:00 WIB
Jakarta, NU Online
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyebut negaranya mendeklarasikan perang terbuka dengan Afghanistan. Hal ini menyusul serangan Afghanistan di basis militer Pakistan dekat perbatasan.
Tidak hanya melakukan perlawanan di wilayah perbatasan, Pakistan juga menyerang ibukota Afghanistan, Kabul pada Jumat (27/2/2026).
Al Jazeera melaporkan bahwa Pakistan mengklaim serangannya membunuh 274 pejuang Taliban dan dua petugas keamanan. Sementara pihak Afghanistan mengklaim setidaknya serangannya menewaskan 55 tentara Pakistan.
Meskipun demikian, jumlah tersebut belum dapat dibuktikan. "Angka itu tidak dapat terverifikasi secara independen," demikian laporan Al Jazeera yang dikutip NU Online pada Sabtu (28/2/2026).
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Afghanistan Sirajuddin Haqqani mengatakan, mereka malu atas serangan Pakistan.
"Jika kami minta rakyat kami untuk melakukan pemberontakan nasional, lalu akan hanya menjadi urusan yang sangat mahal," katanya.
Dilansir dari Bakhtar News Agency, Menteri Luar Negeri Afghanistan Mawlawi Amir Khan Muttaqi menjelaskan kepada Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan melalui sambungan telepon mengena sikap tegas pihaknya terkait perkembangan terbaru.
Ia menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh pasukan keamanan dan pertahanan negara tersebut bertujuan melindungi kedaulatan nasional, wilayah udara, serta keutuhan teritorial—dan tujuan-tujuan tersebut telah berhasil dicapai.
Ia menyebut Afghanistan tidak berniat meningkatkan ketegangan dan lebih memilih penyelesaian persoalan melalui saling pengertian dan penghormatan bersama. Namun, ia menambahkan bahwa kemajuan bergantung pada komitmen yang tulus dan konkret dari pihak lain untuk mencapai solusi.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengaku tengah berkoordinasi dengan sejumlah negara guna mengupayakan stabilitasi situasi serta meredakan ketegangan. "Kedua pihak juga menegaskan pentingnya menjaga dialog yang berkelanjutan," demikian dilansir Bakhtar.
Melalui kantor beritanya, Associated Press of Pakistan, Pakistan mengklaim telah menghancurkan sejumlah titik los Afghanistan di wilayah perbatasan. Bahkan, sejumlah pos Taliban mengibarkan bendera putih.
Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif dilaporkan juga menerima penjelasan dari para petinggi militernya mengenai situasi terkini ketegangan dua negara tetangga itu.
Menurutnya, tidak ada toleransi terhadap serangan tersebut. Agresi itu tidak dapat diterima.
"Pakistan tahu bagaimana caranya membela diri atas agresi apapun," katanya sebagaimana dilansir AP of Pakistan.