Jadi Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Komitmen Tak Lupakan PWNU Jatim
Selasa, 8 September 2026 | 20:00 WIB
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (pegang mik) pada acara Tasyakuran dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor PWNU Jatim, Selasa (08/09/2026). (Foto: NOJ/ dok PWNU Jatim)
Surabaya, NU Online Jatim
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menyatakan diri tidak akan melupakan pengurus dan kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, meski dirinya sudah di PBNU. Hal itu karena dirinya menjadi pimpinan PBNU atas penugasan PWNU Jatim.
“Saya bersyukur muktamar berjalan lancar dan keputusan PWNU Jatim menugasi saya juga sukses. Namun saya tidak akan melupakan Jatim, meski saya akan banyak waktu di Jakarta,” katanya dalam Tasyakuran dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor PWNU Jatim, Selasa (08/09/2026).
Di hadapan jajaran pengurus dan khodam PWNU Jatim, Gus Kikin berjanji akan mengupayakan untuk sering mampir ataupun singgah ke Kantor PWNU Jatim yang terletak di Jalan Masjid Al-Akbar Timur, No.9, Gayungan, Kota Surabaya.
“Saya akan tetap mengupayakan mampir, mungkin satu bulan sekali saat hari Selasa,” ucap Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang itu.
Sementara itu, Wakil Rais PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir, juga menyatakan syukur atas lancarnya Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Ia juga bersyukur karena dapat mengantarkan Ketua PWNU Jatim menjadi Ketua Umum PBNU.
“Bukan hanya itu (terpilihnya Gus Kikin), tapi perjuangan PWNU Jatim untuk pemilihan pimpinan PBNU, baik Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU, melalui AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdi) juga berhasil, setelah Muktamar 2015 hanya AHWA untuk Rais Aam,” ungkapnya.
Dengan pemberlakuan AHWA, kata Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Bejagung Tuban ini, maka proses pemilihan di NU berlangsung melalui musyawarah untuk mufakat dan proses pemilihan melalui AHWA juga menandai bahwa mandataris tunggal dalam muktamar adalah Rais Aam PBNU.
"Ini merupakan upaya memperkuat supremasi syuriyah dalam kepemimpinan NU, dan itu alhamdulillah berhasil," ujarnya.
Selengkapnya klik di sini.