Sunnah Mandi Jumat, Berikut Waktu Utama dan Niatnya
NU Online · Kamis, 1 Oktober 2026 | 21:45 WIB
Jakarta, NU Online
Jumat merupakan hari spesial bagi umat Islam. Sejumlah amalan sunnah dapat dilaksanakan di hari istimewa ini, antara lain mandi sebelum melaksanakan shalat Jumat. Nabi Muhammad saw menyebut secara khusus kesunnahan mandi ini dalam haditsnya yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas.
“Hari ini (Jumat) adalah hari raya yang dijadikan Allah swt untuk umat Islam. Siapa yang ingin melaksanakan shalat Jumat, hendaklah mandi, memakai wangi-wangian kalau ada, dan menggosok gigi (siwak),” tulis Ustadz Hengky Ferdiansyah menerjemahkan hadits tersebut dalam artikel berjudul Ini Waktu Utama Mandi Sunnah Jumat yang dikutip pada Kamis (1/10/2026).
Baca Juga
Hukum Mengqadla Mandi Jumat
Berdasarkan hadits tersebut, Syekh M Nawawi Banten dalam Nihayatuz Zain mengatakan bahwa orang yang akan shalat Jumat disunnahkan mandi meskipun itu tidak wajib untuknya.
Adapun waktu mandi Jumat yang disunnahkan adalah selepas terbit fajar hingga khatib naik ke atas mimbar. Ustadz Hengky mendasarkan penjelasan itu pada uraian Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab yang sama, Nihayatuz Zain.
“Waktunya setelah shalat Subuh, maksudnya dari terbit fajar shadiq sampai khatib naik mimbar, atau setelah selesai shalat dan mandi saat mau pergi shalat Jumat lebih utama karena lebih dekat kepada tujuan, yaitu untuk menghilangkan bau yang tidak enak,” tulisnya mengutip kitab yang mensyarahi kitab Qurratul Ain itu.
Baca Juga
Air Hangat untuk Wudhu atau Mandi
Keterangan di atas menunjukkan bahwa waktu paling utama untuk mandi adalah ketika hendak berangkat ke masjid, meski kesunnahan mandi mulai terbit fajar shadiq atau masuknya waktu Subuh hingga khatib naik mimbar.
Sebagai contoh, jelas Ustadz Hengky, jam 11.30 menjadi waktu keberangkatan ke masjid, maka seketika itulah disunnahkan mandi sebelum berangkat. Sebab, salah satu tujuan dari mandi Jumat adalah untuk menghilangkan bau tidak enak. Jika mandi terlalu pagi dan tidak mandi lagi saat pergi ke masjid dengan jarak waktu yang cukup lama, muncul kekhawatiran bau badan kembali menyeruak sehingga dapat menganggu konsentrasi orang yang sedang beribadah.
"Maka dari itu, lebih utama mandi sebelum berangkat shalat Jumat, serta memakai wangi-wangian agar ibadah semakin nyaman dan orang yang shalat di sekitar kita juga tidak terganggu," terang alumnus Pondok Pesantren Darussunnah Ciputat, Tangerang Selatan, Banten itu.
Adapun niat mandi Jumat adalah sebagai berikut.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِحُضُوْرِ صَلَاةِ الْجُمْعَةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla li khudlûri shalâtil Jum'ati sunnatan lillâhi ta'âlâ
Artinya, "Saya niat mandi untuk hadir shalat Jumat sunnah karena Allah ta'ala."
Terpopuler
1
Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
3
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
4
Suyudi Ario Seto Segera Dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri Hari Ini
5
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
6
Susunan Pengurus 2026-2031 Terbentuk, Ketua Umum PBNU: Mulai Besok Kita Berkhidmah
Terkini
Lihat Semua