Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:00 WIB
Mojokerto, NU Online
Seorang penulis tidak lahir dari sebuah ketenangan, justru ia dibentuk oleh ketekunan, digerakkan oleh keberanian, dan tumbuh dalam ruang kesunyian. Ia bernama Atho' illah, salah satu pemuda NU yang produktif dan berprestasi yang memilih menjadi seorang penulis. Lahir di Lumajang, di bawah kaki Semeru pemuda ini membuktikan bahwa mimpi tak pernah mengenal batas geografis.
Kerasnya dalam berproses dan sabarnya dalam menanti hasil, kini telah nyata menemui takdir indahnya. Sebuah dedikasi luar biasa yang diakui oleh dunia, Atho'illah telah berhasil mengukir namanya dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia, peraih Rekor MURI sebagai penulis buku tertebal tentang gagasan dan biografi tokoh perguruan tinggi di Indonesia.
Atho'illah sukses menorehkan tinta emas di panggung nasional. Penghargaan bergengsi tersebut diraih berkat buku gagasan dan biografi fenomenal karyanya yang berjudul Women Leadership. Buku tersebut secara resmi memecahkan rekor sebagai buku biografi tertebal di Indonesia dengan ketebalan mencapai 1.062 halaman.
Dilansir NU Online Jatim, Penyerahan piagam rekor MURI ini dilangsungkan dalam momen sakral di Rapat Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Maulidiyah ke-65 dan Lustrum ke-13 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang yang digelar di Gedung Rektorat Lantai Lima Kampus Satu UIN Malang, Rabu (28/10/2026).
Penyerahan penghargaan ini disaksikan langsung oleh jajaran anggota senat, guru besar, serta tamu undangan yang hadir. Karya ini menjadi kado akademik terindah yang dipersembahkan di hari lahir kampus hijau tersebut.
Kontribusi tanpa batas yang bermuara dari tinta emasnya, menghidupkan kembali inspirasi para tokoh bangsa, dan melalui karya terbarunya Women Leadership membawanya berhasil mendapat penghargaan yang luar biasa di kancah nasional.
Pencapaian Atho'illah bukanlah sebuah perjalanan administratif belaka. Ia telah menghasilkan banyak karya buku dan mendapat apresiasi dari berbagai tokoh nasional hingga cendekiawan Internasional. Sebelumnya ia juga telah menulis buku Pemimpin Menyejukkan, yaitu tentang gagasan dan biografi sosok KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Ketua Umum PBNU.
Mencapai penghargaan tertinggi atas karya-karyanya, bukanlah hal yang mudah, ia menuntut kedalaman rasa, kejernihan hati, keheningan yang penuh peluh, ketabahan dalam merangkai aksara, hingga ketajaman berpikir dalam mengabadikan kalimat-kalimat berharga. Tatkala menggoreskan penanya, ia tidak hanya sedang merangkai kata-kata, tetapi juga sedang memikul harapan dan juga menebar kemanfaatan.
Bagi warga NU, Atho'illah adalah aset berharga dan bukti nyata bahwa kekuatan pena dan pikiran mampu menembus batas ruang dan waktu. Melalui jejak literasinya, Atho' illah telah menjadi jangkar inspirasi yang kokoh dan lentera yang menerangi jalan bagi dunia literasi di Indonesia.
Penganugerahan rekor MURI kepada Atho’illah ini turut mendapat apresiasi dan ucapan selamat dari Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).
“Semoga berkah dan menjadi motivasi untuk terus berkarya serta memberi kemanfaatan bagi Nahdliyin dan generasi muda NU,” tutur Gus Kikin.
Sementara itu, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof Ilfi Nur Diana menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kegigihan dan dedikasi Atho'illah dalam merampungkan buku tersebut. Menurutnya, capaian luar biasa ini merupakan cerminan dari ekosistem akademik UIN Malang yang terus subur dalam melahirkan karya-karya inovatif.
“Prestasi MURI ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya dan menjadi inspirasi bagi kawlamuda di Indonesia,” tutupnya.