Jombang

Yayasan Pesantren Bahrul Ulum Luncurkan E-Fulus, Fasilitasi Santri untuk Pembayaran Non-Tunai

Ahad, 21 Juni 2026 | 11:30 WIB

Yayasan Pesantren Bahrul Ulum Luncurkan E-Fulus, Fasilitasi Santri untuk Pembayaran Non-Tunai

Ketum Yayasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas bersama pengasuh ribath meluncurkan e-fulus, Sabtu (20/6/2026). (Foto: dok Tambakberas TV)

Jombang, NU Online

Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, resmi memulai digitalisasi sistem keuangan di lingkungan pesantren melalui peluncuran kartu e-fulus.

 

Momen berharga tersebut berlangsung pada Sabtu (20/6/2026) malam di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said, Tambakberas bertepatan dengan momen Al-haflatul Kubro Hari Ulang Tahun (HUT) Madrasah ke-111 dan Pondok Pesantren ke-201.


Peluncuran ditandai dengan penekanan tombol secara bersama-sama oleh Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh, dengan didampingi oleh para pengasuh ribath di lingkungan Pesantren Bahrul Ulum.


"Program e-fulus program dari Yayasan Bahrul Ulum malam ini kita luncurkan, monggo kita sama-sama membaca basmalah, bismillahirrahmanirrahim," ucap Kiai yang kerap disapa Gus Rozaq tersebut diberitakan NU Online Jombang.


Dalam sambutannya, Gus Rozaq menyampaikan bahwa peluncuran e-fulus merupakan salah satu kebijakan yang diambil oleh pengurus yayasan dengan berbagai pertimbangan yang matang. Salah satunya agar santri mulai terbiasa mengatur keuangan lebih hati-hati.


Peluncuran program ini, menandai akan dimulainya kebijakan bahwa santri Bahrul Ulum, baik putra maupun putri dilarang membawa uang tunai selama berada di lingkungan pondok.


"Ada beberapa hal yang dilakukan oleh pengurus yayasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, termasuk di antaranya tahun ini akan diberlakukan semua santri putra dan putri tidak diperbolehkan membawa uang kes," jelasnya.


Sistem e-fulus dirancang menyerupai kartu uang elektronik (e-money) pada umumnya, namun Gus Rozaq sengaja menggunakan istilah yang lebih lekat dengan budaya pesantren. 


Pihak yayasan bergerak cepat dalam mengimplementasikan program ini. Pada malam peluncuran, sebanyak 3.000 kartu fisik e-fulus dilaporkan telah selesai dicetak dan siap diedarkan untuk tahap awal. Pembagian kartu ini tentu akan dilakukan secara bertahap mengingat jumlah santri Tambakberas yang menyentuh 16 ribuan.


"Total santri di Bahrul Ulum ini sesuai data yang saya terima, mulai dari PAUD sampai perguruan tinggi sebanyak 16 ribu sekian. Jumlah yang begitu besar," ungkapnya.


Kebijakan wajib non-tunai ini dijadwalkan berlaku mulai bulan Juli. Gus Rozaq menyebut, kebijakan ini diambil agar orang tua santri juga tidak was-was. "Untuk ketertiban agar orang tua santri bisa tenang, mulai Juli akan diberlakukan e-fulus. Semua santri tidak boleh membawa uang kes. Setiap membeli sesuatu nanti menggunakan kartu," jelasnya.


Gus Rozaq menekankan bahwa pembatasan membawa uang tunai ini juga memuat nilai edukasi bagi para santri agar dapat mengontrol pengeluaran dan belajar hidup hemat selama menuntut ilmu. "Jadi santri itu memang tidak boleh boros, karena santri memang harus tirakat," pungkasnya.


Terkait